Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @irene\_umar pada Minggu 10 Agustus 2025), Irene memberikan apresiasi atas penayangan film ini yang dirilis menjelang HUT RI ke-80.
Ia menyampaikan bahwa setiap pelaku ekonomi kreatif memiliki kebebasan untuk menunjukkan karyanya selama memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dalam unggahan itu, ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan dukungan dana ataupun promosi untuk Merah Putih: One For All.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Wajibkan Tiap Kelas Punya Toilet Pribadi, Siswa Dijamin Bakalan Nyaman Belajar!
Film ini sendiri mengisahkan sekelompok anak-anak yang tergabung dalam “Tim Merah Putih” dengan misi menjaga bendera pusaka di sebuah desa yang tenang menjelang peringatan kemerdekaan.
Namun, ketika bendera tersebut hilang, mereka harus bersatu dalam petualangan untuk menyelamatkannya.
Proyek film Merah Putih: One For All digarap oleh duo sutradara sekaligus penulis skenario, Endiarto dan Bintang Takari.
Endiarto berperan sebagai produser eksekutif dan penggagas ide utama, sementara Bintang Takari turun langsung menjadi animator sekaligus pemilik filmanimasi.com, situs yang telah melahirkan sejumlah film animasi lain.
BACA JUGA:AWAS Jangan Ketinggalan! Dana PIP Agustus 2025 Cair, Cek Namamu Sekarang Juga
Meski isu pendanaan dari pemerintah telah dibantah secara resmi, kritik publik terhadap Merah Putih: One For All belum mereda.
Banyak warganet menyoroti kualitas animasinya yang dinilai terburu-buru secara teknis, mulai dari gerakan karakter yang kaku, ekspresi wajah yang kurang natural, hingga latar belakang yang terlihat minim detail.
Namun, sambutan publik yang terbelah menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap karya kreatif semakin tinggi di era digital.
Kritik yang ada bisa menjadi bahan evaluasi untuk proyek-proyek animasi Indonesia di masa depan agar mampu bersaing secara global.