SEMARAKNEWS.CO.ID - Pasar aset kripto kembali memanas dengan kombinasi unik antara September Effect dan spekulasi mengenai keputusan The Federal Reserve (The Fed).
Dua faktor ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi investor, terutama setelah harga Bitcoin (BTC) sukses menembus level psikologis US$114.000 untuk pertama kalinya sejak Agustus.
Sebelumnya, Bitcoin sempat jatuh ke US$113.953, sebelum akhirnya melesat naik dipicu data Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Agustus yang turun tajam di bawah ekspektasi.
Penurunan ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa tekanan inflasi mereda, sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.
Bitcoin Tembus US$114.000, Apakah Ini Awal Reli Baru?
BACA JUGA:Tim Reformasi Polri Disetujui Prabowo, Upaya Biar Polisi Tak Lagi Gagah-Gagahan di Jalanan
Menurut analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, reli Bitcoin kali ini bukan sekadar euforia sesaat. Ia menyebut pola historis menunjukkan bahwa setiap kali The Fed memangkas suku bunga, Bitcoin cenderung mengalami volatilitas jangka pendek sebelum kemudian memulai reli panjang.
“Penurunan data inflasi produsen Amerika menjadi katalis kuat yang membuat investor kembali percaya diri terhadap prospek bullish Bitcoin. Namun, kita tetap harus mewaspadai volatilitas jangka pendek menjelang keputusan Fed minggu depan,” ungkap Fyqieh dalam keterangan resminya, Rabu (11/9/2025).
Indikator on-chain seperti MVRV (Market Value to Realized Value) dan Rasio Whale juga mendukung analisis ini. Aksi jual oleh investor besar (whale) sering kali memicu fluktuasi, tetapi setelah fase itu berakhir, pasar biasanya masuk ke fase akumulasi yang mengawali reli baru.
BNB Meledak, Sentuh Rekor Tertinggi US$904
Selain Bitcoin, altcoin besar juga menunjukkan performa luar biasa. BNB, token asli ekosistem Binance, berhasil menembus US$904 atau sekitar Rp14,8 juta, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa.
Reli BNB ini didorong oleh kesepakatan strategis antara Binance dan raksasa manajemen aset Franklin Templeton, serta meningkatnya akumulasi BNB oleh institusi besar.
“BNB sudah naik lebih dari 28% sejak awal tahun. Jika tren positif ini berlanjut, harga bisa saja menembus level psikologis US$1.400. Indikator teknikal seperti RSI, MACD, dan moving average jangka menengah hingga panjang masih menunjukkan momentum bullish,” jelas Fyqieh.
Meski begitu, analis mengingatkan ada potensi pullback jika BNB gagal menembus resistensi krusial di level US$900–US$920 dengan volume besar.
Memecoin Ikut Gila-Gilaan: DOGE, SHIB, PEPE, Hingga TRUMP
Tak hanya Bitcoin dan BNB, memecoin juga mencuri perhatian dalam sepekan terakhir. Dogecoin (DOGE) memimpin reli setelah naik tajam menjelang peluncuran ETF DOGE pertama, yang mendorong harganya menembus US$0,25, titik tertinggi sejak Mei. Jika ETF ini mendapat sambutan positif, bukan tidak mungkin DOGE kembali jadi bintang utama di pasar kripto.
Sementara itu, Shiba Inu (SHIB) sukses breakout dari pola teknikal bullish dengan target resistensi di US$0,00001590, memperkuat tren naik jangka menengah. Pepe Coin (PEPE) juga berhasil keluar dari pola falling wedge, membuka peluang reli menuju US$0,00001335.
Di sisi lain, Trump Coin (TRUMP) masih cenderung fluktuatif, namun pola double-bottom yang terbentuk memberikan sinyal potensi kenaikan hingga US$11,95, atau sekitar 37% lebih tinggi dari harga saat ini.
BACA JUGA:Pi Network Tembus 12 Juta Migrasi ke Mainnet, ,Tapi Harga Masih Jauh dari Target $1 per Koin?
Fyqieh menambahkan, “Momentum memecoin tidak bisa dilepaskan dari sentimen makro. Ketika Bitcoin stabil di atas US$113.000, investor mulai mencari peluang di altcoin dan memecoin. Faktor eksternal seperti ETF dan tren politik menambah katalis unik bagi segmen ini.”
Tantangan September Effect dan Keputusan The Fed
Meski pasar tampak bullish, investor tetap harus berhati-hati. September Effect dikenal sebagai bulan yang penuh tekanan bagi pasar keuangan global, termasuk kripto. Banyak trader cenderung melakukan aksi ambil untung, sehingga memicu volatilitas.
Keputusan The Fed minggu depan mengenai arah suku bunga menjadi kunci utama. Jika benar terjadi pemangkasan, kripto bisa mendapat angin segar untuk melanjutkan reli. Namun, jika The Fed menahan sikap hati-hati, pasar mungkin kembali bergerak liar dalam jangka pendek.