Pi Network Tembus 12 Juta Migrasi ke Mainnet, ,Tapi Harga Masih Jauh dari Target $1 per Koin?
Harga Pi Coin Turun-ilustrasi-berbagai sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Dunia kripto kembali menyorot perkembangan Pi Network. Proyek kripto berbasis komunitas ini berhasil memigrasikan lebih dari 12 juta pengguna ke mainnet, sebuah capaian besar yang menandai konsistensi mereka di tengah gempuran proyek blockchain baru.
Saat ini, pasokan yang beredar mencapai 8,04 miliar koin Pi, atau masih kurang dari 10% dari total maksimum 100 miliar koin. Meski begitu, target harga $1 per koin yang sering dibicarakan komunitas masih terasa jauh dari kenyataan.
Seorang analis kripto bernama Kosasi Nakamoto menilai, Pi Network menghadapi tantangan struktural yang tidak mudah. Dalam analisanya di platform X, Nakamoto mencatat bahwa harga Pi turun 17% dalam 30 hari terakhir.
Jika dihitung dalam 90 hari, penurunan harga mencapai 45%. Penurunan ini terutama dipicu oleh migrasi cepat ke mainnet yang justru menambah tekanan pasokan, serta kegagalan Pi untuk membedakan diri dari risiko kompetitor di sektor serupa.
“Pertumbuhan komunitas memang positif, tetapi tanpa keunggulan kompetitif yang jelas, harga Pi akan sulit stabil,” ungkap Nakamoto.
BACA JUGA:Pi Network Heboh! Wallet Scam Terungkap, Core Team Rilis Fitur PassKey untuk Lindungi Aset Pengguna
Inovasi Baru: Protocol 23, Node Linux, dan Ekosistem Gaming
Meski menghadapi tekanan harga, Pi Network tidak tinggal diam. Tim pengembang baru saja merilis Protocol 23 yang membawa sejumlah inovasi:
-
Node berbasis Linux untuk memperluas partisipasi desentralisasi.
-
Sistem KYC terdesentralisasi agar verifikasi pengguna lebih aman dan cepat.
-
Peningkatan skalabilitas jaringan untuk menampung transaksi lebih besar.
Selain itu, hadir pula ekosistem PiOnline yang mulai merambah sektor gaming dan DeFi. Langkah ini dinilai penting untuk menarik lebih banyak pengguna aktif dan memberi nilai tambah nyata pada koin Pi.
Kompetisi Ketat: Remittix Jadi Pesaing Serius
Namun, perjalanan Pi tidak sepi dari kompetisi. Salah satu proyek yang sedang naik daun, Remittix, sukses menarik perhatian investor dengan layanan remitansi berbiaya rendah hanya 0,1%.
Dukungan institusional dan roadmap jelas membuat Remittix menjadi alternatif nyata di pasar. Nakamoto pun menegaskan bahwa proyek-proyek seperti ini dapat mengikis nilai spekulatif Pi.
“Remittix menjadi tantangan besar bagi Pi dalam mempertahankan persepsi nilai di mata investor,” tambahnya.
Tekanan Pasokan dan Likuiditas Tipis
Selain persaingan, tekanan dari sisi pasokan koin juga ikut membebani harga Pi.
-
Sejak Mei, seorang whale kripto telah mengakumulasi lebih dari 331 juta koin Pi (sekitar $113 juta berdasarkan harga saat ini).
-
Saldo koin Pi di bursa melonjak 82% menjadi lebih dari 400 juta koin.
-
Unlock pada September sebesar 149,5 juta koin diprediksi menambah tekanan jual.
Masalah lain adalah rasio turnover Pi yang hanya berada di angka 0,98%, menandakan likuiditas tipis. Kondisi ini membuat harga Pi mudah goyah ketika terjadi transaksi besar.
BACA JUGA:Trading Solana untuk Pemula: Panduan Lengkap, Cara Membeli, dan Keunggulan Teknologi Blockchain SOL
Apa Kunci Menuju Target $1 per Koin?
Para analis sepakat, jalan Pi menuju target harga $1 tidak hanya bergantung pada jumlah pengguna, tetapi juga pada adopsi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat:
-
Meningkatkan ekosistem DeFi agar Pi bisa dipakai dalam transaksi keuangan terdesentralisasi.
-
Memperluas penetrasi pasar, khususnya di sektor gaming, e-commerce, dan pembayaran digital.
-
Menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar harga tidak tertekan akibat unlock besar-besaran.
Dengan strategi matang, Pi berpotensi memperbaiki tren harga dan mendekati target ambisius tersebut.
Masih Jauh, Tapi Potensi Ada
Migrasi 12 juta pengguna ke mainnet jelas menjadi bukti bahwa komunitas Pi Network sangat aktif. Ditambah dengan inovasi teknis seperti Protocol 23 dan ekosistem gaming, proyek ini punya arah pengembangan yang jelas.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-