JAKARTA, Semaraknews.id – Sebuah video “coming soon” ala pemerintah bikin geger bioskop tanah air. Bukan trailer film superhero, melainkan kompilasi program dan aktivitas Presiden Prabowo Subianto yang nongol duluan sebelum film diputar.
Alhasil, warganet pun pecah dua kubu, ada yang bilang ini sosialisasi wajar, ada pula yang nyeletuk mirip propaganda gaya lama.
Isi tayangan pendek itu lumayan serius, antara lain pertemuan kenegaraan, kunjungan kerja, dan sejumlah momen yang dibingkai sebagai pencapaian positif pemerintah.
Tapi karena diputar di bioskop, ruang yang mestinya jadi tempat pelarian dari hiruk-pikuk politik, banyak penonton merasa kaget sekaligus bingung harus tepuk tangan atau beli popcorn lagi.
BACA JUGA:Drama Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ngaku Dia yang Carikan Sekolah di Singapura Biar Mandiri
Fenomena ini diangkat oleh akun Instagram populer @catatanfilm.
“Dari netizen yang beberapa hari ini sempat menonton film di bioskop, mereka kaget ada video rangkaian aktivitas dan pencapaian di masa pemerintahan Presiden Prabowo yang ditayangkan sebelum film dimulai,” tulis akun tersebut.
Komentar warganet pun ramai. Ada yang merasa janggal, menyebutnya kampanye gaya halus, bahkan propaganda. Tapi ada juga yang santai menanggapinya, toh pemerintah berhak juga memperkenalkan program strategisnya.
Tanggapan Istana pun santai aja. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan hal ini normal-normal saja.
BACA JUGA:Prabowo Godok Reformasi Polri, Tapi Kalau Kultur Brutal Polri Masih Ada, Tetap Percuma
“Tentunya sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan, keindahan, maka penggunaan media publik untuk menyampaikan sebuah pesan tentu sebuah hal yang lumrah,” kata Prasetyo kepada wartawan, Minggu, 14 September 2025.
Prasetyo menegaskan, pemerintah punya kewajiban menyampaikan capaian dan programnya lewat beragam saluran komunikasi. Soal ditayangkan di bioskop, ya dianggap bagian dari “media publik”. Singkatnya, kalau film Hollywood bisa promosi, kenapa pemerintah enggak?