5.000 Ojol Siap Turun ke Jalan Besok, Hari Perhubungan Nasional Jadi Ajang Demo Massal

Selasa 16-09-2025,14:28 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Jakarta harus siap macet ekstra pada Rabu, 17 September 2025. Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia memastikan bakal mengerahkan massa besar-besaran untuk memperingati Hari Perhubungan Nasional.

Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, bilang jumlahnya bisa tembus 2 ribu hingga 5 ribu orang. Isinya campur: ojol roda dua, driver online roda empat, sampai kurir barang. “2.000-5.000 orang ojol gabungan roda dua, driver online roda empat, dan kurir online,” kata Igun kepada wartawan, Selasa, 16 September 2025.

Massa akan kumpul di markas Garda Indonesia, Jalan Kodam Raya Nomor 6, Kemayoran, pukul 09.00 WIB. Dari sana, konvoi bakal menuju Istana Negara untuk orasi, lanjut ke Kementerian Perhubungan, lalu tutup di DPR RI. Igun juga kasih peringatan ke warga Jakarta agar siap-siap cari transportasi lain karena sebagian besar driver online akan off aplikasi sepanjang aksi.

“Warga Jakarta agar memilih moda transportasi alternatif pada Rabu 17 September 2025,” katanya.

BACA JUGA:Kemhan dan TNI Sulap DPR Jadi Markas Tentara, Semua Dijaga Sampai Toilet Ikut Dikuasai

Artinya, jangan kaget kalau besok pesan ojol bisa jadi sama susahnya kayak menang flash sale ponsel.

Menurut Garda, momentum ini pas untuk buka suara soal kemunduran Kementerian Perhubungan sejak Dudy Purwaghandi menjabat. Alih-alih jadi menteri, Dudy dianggap lebih mirip jadi juru bicara aplikator.

“Vendor driven policy” jadi istilah yang dipakai Garda bahwa kebijakan transportasi online dinilai dikendalikan perusahaan aplikasi, bukan negara.

Igun menyebut Dudy lebih sibuk pasang badan untuk aplikator ketimbang bela nasib pengemudi. Jadi, jangan heran kalau tuntutan mereka cukup keras: bukan hanya soal tarif, tapi juga langsung minta Presiden mencopot Dudy dari kursi menteri.

BACA JUGA:KPK Buka Pintu Panggil Gus Yahya, Aliran Dana Haji ke PBNU Ikut Disorot

Tujuh Tuntutan Ojol

Aksi besok bukan sekadar konvoi keliling kota. Ada daftar tujuh tuntutan resmi yang mereka usung:

  1. Mendesak RUU Transportasi Online masuk Prolegnas 2025–2026.
  2. Potongan aplikator maksimal 10 persen.
  3. Regulasi tarif antar barang dan makanan.
  4. Audit investigatif potongan 5 persen yang ditarik aplikator.
  5. Hapus program yang merugikan driver seperti Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar, dll.
  6. Copot Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi.
  7. Usut tuntas tragedi 28 Agustus yang menewaskan ojol Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan Brimob.

Besok, Hari Perhubungan Nasional akan dirayakan dengan iring-iringan ribuan ojol yang justru memutus “hubungan” dengan aplikasinya. Ironi sekaligus peringatan, kalau menterinya lebih mirip corong korporasi, jangan salahkan kalau rakyat kecil memilih teriak di jalan ketimbang menunggu kebijakan yang entah kapan turun.

Kategori :