Gibran Absen di Reshuffle, Jokowi: Lagi Sibuk ke Papua Nugini, Bukan Sibuk di Istana

Jumat 19-09-2025,13:50 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Mantan Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal absennya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat pelantikan reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, 17 September 2025. Jokowi menegaskan anak sulungnya itu sedang sibuk tugas ke luar negeri.

“Wapres kemarin kan baru kunjungan ke Papua Nugini,” ujar Jokowi di rumahnya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat, 19 September 2025.

Namun begitu, Jokowi memilih irit komentar ketika ditanya soal reshuffle jilid dua Presiden Prabowo Subianto yang kembali mengganti sejumlah kursi menteri. Ia tak mau banyak bicara, apalagi soal apakah Gibran ikut cawe-cawe dalam bongkar pasang kabinet.

“Namanya reshuffle itu adalah kewenangan penuh presiden. Hak prerogatif presiden. Menurut konstitusi kita,” ucap Jokowi.

BACA JUGA:Skandal Mutasi Kepsek SMP 1 Prabumulih: Nama Wali Kota Arlan Jadi Sorotan, KPK Turun Tangan Periksa LHKPN

Seperti diketahui, Prabowo melantik 11 pejabat baru mulai dari menteri, wakil menteri, hingga kepala badan. Dua pos kosong yang diisi adalah Menko Polkam oleh Djamari Chaniago dan Menpora oleh Erick Thohir.

Selebihnya, ada deretan nama lain seperti Afriansyah Noor di kursi Wamenaker, Rohmat Marzuki sebagai Wamenhut, Sarah Sadiqa memimpin LKPP, hingga Muhammad Qodari yang resmi jadi Kepala Staf Kepresidenan.

Pelantikan itu tertuang dalam sederet Keputusan Presiden, termasuk Keppres Nomor 96B dan 97B Tahun 2025 yang memberhentikan beberapa pejabat lama sekaligus mengangkat wajah-wajah baru. 

Dengan reshuffle kali ini, komposisi Kabinet Merah Putih makin terasa campur aduk, sementara publik masih menunggu apakah gebrakan nyata bakal lahir dari susunan baru itu.

BACA JUGA:Kia Indonesia Gelar Service Clinic on Tour 2025, Hadir di Enam Kota dengan Promo Menarik

Pengamat Politik Universitas Airlangga, Fahrul Muzzaqqi, menilai reshuffle kabinet jilid dua ala Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar bongkar pasang biasa, melainkan respons langsung terhadap suara publik yang kencang terdengar belakangan ini.

“Ini merupakan respons Presiden Prabowo terhadap tuntutan yang beredar di masyarakat belakangan ini. Termasuk nama-nama seperti Budi Arie yang banyak disebut,” kata Fahrul kepada wartawan.

Menurut Fahrul, susunan kabinet baru ini tidak hanya diisi figur teknokrat dengan kemampuan teknis semata, melainkan juga orang-orang yang peka terhadap kondisi lapangan. Sensitivitas terhadap situasi sosial dan ekonomi dianggap lebih krusial ketimbang sekadar titel mentereng.

“Presiden Prabowo ingin membangun pondasi pemerintahan dengan melibatkan sosok yang punya visi kuat, luas dan sensitivitas besar terhadap situasi ekonomi dan situasi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:Final DBL Jakarta 2025 Kembali Digelar di Indonesia Arena, Siap Pecahkan Rekor Penonton!

Kategori :