SEMARAKNEWS.CO.ID - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mengambil langkah tegas dengan memecat anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, usai pernyataannya yang viral di media sosial.
Pernyataan kontroversial Wahyudin yang terdengar secara terang-terangan menyebut ingin "merampok uang negara" sontak menuai kecaman dari publik.
Meski ucapannya disampaikan sambil tertawa, masyarakat menilai hal itu sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang wakil rakyat.
Pernyataan Viral "Rampok Uang Negara"
Video yang beredar luas di media sosial menampilkan Wahyudin tengah berbicara dengan nada bercanda. Dalam rekaman tersebut, ia terdengar jelas berkata:
"Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja, biar negara ini makin miskin."
Sontak, video itu memicu gelombang kritik dan dianggap merusak citra lembaga legislatif.
BACA JUGA:Prabowo Siap Pindahkan 4.000 ASN ke IKN
Sikap Tegas PDIP: Langsung Pecat Wahyudin
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan partainya tidak memberikan toleransi atas ucapan tersebut.
“DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan. Tidak ada kompromi bagi kader yang mencederai perasaan rakyat,” ujar Komarudin pada Sabtu (20/9/2025).
Menurut Komarudin, pemecatan dilakukan setelah pihaknya memanggil dan melakukan klarifikasi. Namun, hasilnya tetap tidak bisa ditoleransi karena ucapan Wahyudin sudah terlanjur menyinggung masyarakat luas.
Alasan Wahyudin: Dalam Kondisi Mabuk
Menanggapi kegaduhan yang muncul, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, membeberkan hasil pemeriksaan.
“Dia dalam keadaan tidak sadar dan tidak mengetahui kalau sedang direkam. Jadi pernyataan itu keluar dalam kondisi mabuk,” jelas Fikram.
Meski begitu, alasan tersebut tidak mampu meredam kekecewaan publik. Banyak pihak menilai seorang pejabat publik seharusnya tetap menjaga sikap, sekalipun dalam situasi santai.
PAW Segera Diproses
Sebagai tindak lanjut, PDIP memastikan akan segera menyiapkan pengganti antar waktu (PAW) untuk kursi DPRD Provinsi Gorontalo yang ditinggalkan Wahyudin.
Langkah ini dilakukan agar kinerja DPRD tidak terganggu dan masyarakat tetap memiliki wakil yang bisa menjalankan fungsi legislatif dengan baik.
PDIP Jaga Citra Partai di Tengah Sorotan Publik
Kasus ini menjadi pengingat bagi partai politik untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap kadernya. Bagi PDIP, pemecatan ini adalah sinyal kuat bahwa partai berusaha menjaga integritas di tengah sorotan publik.
Apalagi, ucapan Wahyudin dianggap bisa memperburuk citra wakil rakyat yang selama ini dituntut untuk lebih dekat dan berpihak pada masyarakat.