JAKARTA, Semaraknews.co.id – Kontroversi soal pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali panas, kali ini sorotan diarahkan pada jenjang SMP. Pegiat media sosial Dokter Tifa alias Tifauzia Tyassuma melempar tantangan blak-blakan tentang keaslian ijazah SMP Gibran dari SMP Negeri 1 Surakarta.
Lewat unggahan yang langsung viral di akun X pribadinya pada Kamis, 25 September 2025, Dokter Tifa menulis “SMPN 1 Surakarta apakah mengeluarkan Ijazah atas nama Gibran Rakabuming Raka?” Pertanyaan sederhana itu memantik diskusi panas.
Ia bahkan menegaskan konsekuensi serius bila ijazah tersebut tidak pernah ada. “Kalau tidak, maka artinya Indonesia punya Wapres lulusan SD!” kata Dokter Tifa dengan nada satir. Ucapannya sontak jadi bahan bakar baru dalam polemik ijazah yang sebelumnya sudah ramai pada level SMA.
Meski data resmi KPU mencatat Gibran sebagai alumni SMPN 1 Surakarta, pernyataan Tifa kembali menggoyang kepercayaan publik. Isu ini makin ramai karena bukan hanya Tifa yang menyorotinya. Beberapa hari sebelumnya, Roy Suryo sudah bergerak lebih jauh dengan mendatangi langsung Gedung Kemendikdasmen.
BACA JUGA:Istana Ngotot MBG Jalan Terus, Anak Sekolah Dibiarkan Jadi Kelinci Percobaan
Pada Selasa, 23 September 2025, mantan Menpora itu membawa setumpuk dokumen yang disebutnya sebagai bukti kejanggalan. Ia menuntut Menteri Pendidikan Prof. Abdul Mu’ti memberi kejelasan terkait surat penyetaraan ijazah Gibran yang dianggap cacat hukum.
"Kami hari ini meminta ketegasan dari Kementerian Pendidikan di bawah Prof. Abdul Mu’ti untuk kemudian dipastikan apakah surat keterangan ini sah atau tidak. Kalau tidak sah, ya gugur (Gibran) sebagai Wapres,” kata Roy di hadapan awak media.
Roy menyoroti dokumen yang hanya berupa “Surat Keterangan” alih-alih “Surat Keputusan” yang memiliki kekuatan hukum lebih tinggi. “Surat ini tidak sah secara hukum dan struktur pendidikan. Karena bunyinya seharusnya bukan surat keterangan, tapi surat keputusan. Surat keterangan ini gak bisa dipakai apa-apa, maka yang bersangkutan itu cacat secara syarat untuk menjadi wakil presiden,” ujar Roy.
BACA JUGA:Rombongan Presiden Prabowo Dikabarkan Tidur di New York Aman, Tarifnya Capai Rp 100 Juta per Malam
Ia juga membongkar kejanggalan fatal lain dari data riwayat pendidikan Gibran yang dirilis resmi oleh negara. Menurutnya, ada lompatan aneh dari setara SMP langsung ke jenjang setara S1. “Ini kebalik-balik, urutannya ini salah, padahal ini diterbitkan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Dan ini kalau Anda akses, masih ada,” jelas Roy sambil menunjukkan bukti dokumen.
Roy merasa masalah ini terlalu serius untuk dijawab oleh staf humas kementerian. Ia berharap bisa bertemu langsung dengan pejabat tinggi agar publik mendapat kepastian. Menurutnya, isu ijazah ini bukan sekadar detail administratif, tapi menyangkut legitimasi orang nomor dua di negeri ini.