SEMARAKNEWS.CO.ID - Pertamina Patra Niaga membeberkan perkembangan terbaru hasil pertemuan dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) serta sejumlah badan usaha (BU) swasta terkait rencana kerja sama pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap stabil di tengah dinamika global energi.
Menurut Plt. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, terdapat perkembangan signifikan dari hasil pertemuan tersebut.
Exxon dan Shell Belum Lanjut Pembahasan
Roberth menyampaikan bahwa dua perusahaan besar, Exxon dan Shell, untuk sementara belum dapat melanjutkan pembahasan kerja sama.
“Exxon dan Shell belum dapat melanjutkan pembicaraan karena Shell masih perlu berkoordinasi dengan kantor pusatnya, khususnya terkait pemenuhan compliance vendor. Sedangkan Exxon masih memiliki stok yang cukup untuk kebutuhan hingga November,” jelas Roberth dalam keterangan tertulis, Senin (6/10/2025).
BACA JUGA:Heboh! Isu Minyak Babi di Wadah Makan Program MBG Ternyata, Ini Penjelasan BPJPH
Meski begitu, Pertamina tetap membuka ruang bagi kedua perusahaan tersebut untuk bergabung pada tahap berikutnya bila kesiapan operasional telah terpenuhi.
VIVO, APR, dan AKR Sepakat Lanjut ke Pembahasan Teknis
Berbeda dengan Exxon dan Shell, tiga badan usaha swasta lain, yakni VIVO, APR, dan AKR, telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih teknis.
Tahap ini mencakup penyusunan dan penandatanganan dokumen pernyataan yang memastikan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta kepatuhan terhadap regulasi seperti anti-monopoli, anti pencucian uang, dan anti penyuapan.
Selain itu, ketiga BU swasta juga akan menyampaikan kebutuhan komoditas BBM yang diperlukan, sekaligus membahas kesepakatan mengenai spesifikasi produk, key terms, dan General Terms and Conditions (GTC).
“Selanjutnya Pertamina akan menyampaikan kembali spesifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan semua BU dan key term, termasuk penunjukan joint surveyor untuk dikonfirmasi oleh BU swasta terkait,” ujar Roberth.
Proses Pengadaan dan Pengiriman Dilakukan Bersama
BACA JUGA:Promo Terbaru Wingstop 6-19 Oktober 2025: 12 Boneless + 2 Minum Rp 70.000an!
Apabila BU swasta menyetujui spesifikasi dan ketentuan yang diajukan, maka proses pengadaan komoditas BBM akan segera dijalankan.
Pemenang pengadaan akan disampaikan kepada BU swasta berdasarkan penyedia kargo terbaik, harga paling efisien, dan volume kargo yang disepakati.
Tahap selanjutnya akan dibahas aspek komersial antar perusahaan (B2B), termasuk pelaksanaan joint inspection. Adapun pengiriman kargo BBM direncanakan dilakukan pada minggu ketiga Oktober 2025.