Momentum Halal Tourism dan Industri Halal, Halal Indo 2025 Jadi Ajang Edukasi dan Inspirasi

Rabu 01-10-2025,17:10 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Hari kedua penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry (Halal Indo) 2025 di ICE BSD, Tangerang, berlangsung semakin meriah. Pengunjung dapat menikmati rangkaian acara yang beragam, mulai dari talkshow, workshop, penampilan bintang tamu, hingga pengalaman berbelanja yang nyaman.

Lebih dari 300 partisipan hadir untuk menampilkan berbagai produk industri halal, memberi kesempatan pengunjung untuk menjelajahi inovasi dan tren terkini dalam industri ini.

Halal Indo 2025 menghadirkan sejumlah talkshow yang edukatif dan inspiratif terkait industri halal. Salah satunya adalah program Halal Connect Forum, yang membahas strategi ekspor bagi pelaku usaha agar produk halal Indonesia dapat menembus pasar global.

Dalam sesi berjudul “Mau Ekspor Tanpa Tersesat? Ini GPSnya!”, hadir Raymond, COO & Co-Founder Export Expert Indonesia, serta Fikry Aljoeffy, CEO & Founder Riset Pasar Ekspor.

BACA JUGA:BPJPH Tetapkan Batas Waktu UMKM Harus Punya Sertifikat Halal: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi!

Selain itu, terdapat diskusi mengenai pariwisata halal di era modern melalui sesi “Halal Tourism Unveiled: A New Era of Travel”, yang menghadirkan Rizal Agustin (Direktur Utama Serumpun Travel), Rio Bella Marchal (Direktur Marketing Hanania Group), dan Diah Andrini Dewi dari Vero ASEAN.

Hasil survei yang dilakukan Vero ASEAN dan GMO-Z.com Research menunjukkan bahwa 89% wisatawan muslim Indonesia menganggap ketersediaan makanan halal sebagai kebutuhan utama saat bepergian.

Ketersediaan makanan halal memengaruhi pilihan destinasi dan membentuk persepsi kenyamanan suatu lokasi. Secara global, sektor pariwisata halal diperkirakan akan tumbuh dari USD 256,5 miliar pada 2023 menjadi USD 410,9 miliar pada 2032.

Hal ini menjadi dorongan bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk bersaing di sektor pariwisata halal, mulai dari pembangunan infrastruktur ramah Muslim hingga investasi di sektor F&B, transportasi, dan teknologi, guna menciptakan layanan yang sesuai standar halal.

Diah Andrini Dewi menekankan, “Halal tourism menawarkan jaminan, rasa aman, dan kenyamanan bagi umat Muslim dalam memenuhi kebutuhan makanan, tempat ibadah, transportasi, dan lain-lain selama berwisata. Ke depannya, konsep ini tidak hanya relevan bagi wisatawan Muslim, tetapi dapat diterapkan secara universal untuk semua turis.”

BACA JUGA:Viral Logo Halal Terpampang di Layar LED Sound Horeg Usai Ada Fatwa Haram

Kementerian Perindustrian juga menampilkan program Industrial Festival, yang fokus pada pengembangan ekosistem industri halal nasional. Sesi yang diselenggarakan meliputi “Membangun Ekosistem Halal Nasional Berorientasi Pasar Global” bersama Emmy Suryandari, Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi 4.0, serta “Di Balik Halal: Cerita Logistik dan SDM yang Menguatkan Kepercayaan” bersama Esha Mahendra, Reni Yanita (Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian), dan Arie Wicaksono, Direktur APP.

Suasana pameran semakin hidup dengan ribuan pengunjung yang antusias menjelajahi stan peserta. Berbagai produk ditawarkan, mulai dari kuliner nusantara dan internasional, busana muslim, produk herbal dan kesehatan, kosmetik halal, hingga paket wisata halal. Pameran ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang berbagi pengetahuan, membangun jejaring, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat serta pelaku industri halal. Sebagai penutup, penyanyi Avolia tampil membawakan lagu-lagu hits-nya untuk menghibur pengunjung.

Ismi Puspita, Project Manager Halal Indo 2025, menyatakan, “Halal Indo 2025 menghadirkan rangkaian program inspiratif dan edukatif yang memberi wawasan baru bagi pengunjung. Selain menampilkan produk halal, kami juga menjadi penghubung antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun global. Kami berharap industri halal Indonesia semakin berkembang, berdaya saing, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.”

Acara Halal Indo 2025 terselenggara berkat kolaborasi Dyandra Promosindo dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BPJPH, ID Survey, dan Baznas. Bank partner meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sponsor yang mendukung antara lain BPDP, Chompchomp, APP Group, PT Paragon Technology and Innovation, Kahf, Wardah, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Aqua, dan SGM.

Kategori :