SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah besar dalam bidang pembangunan infrastruktur.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), fokus pembangunan kali ini akan diarahkan pada pengembangan 50 kota dan kawasan baru di seluruh Indonesia.
Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerataan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan, dengan tujuan menyeimbangkan laju pertumbuhan antara Pulau Jawa dan wilayah luar Jawa.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) yang digelar di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
“Kami merancang 50 kota dan kawasan baru untuk menyeimbangkan pertumbuhan antara Pulau Jawa dan wilayah luar,” ujar Dody.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Arab Saudi Ubah Aturan Umrah 2025, Kini Bisa Pakai Visa Apa Saja!
Pembangunan Kota Baru Jadi Kunci Pemerataan Ekonomi Nasional
Menurut Dody, fokus utama dari pembangunan 50 kawasan baru ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan merata.
Pemerintah menargetkan agar program tersebut mampu berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).
“Upaya pengembangan kawasan baru ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang dibidik Presiden Prabowo dapat tercapai,” tambahnya.
Dengan pengembangan kawasan baru ini, pemerintah berharap akan muncul pusat-pusat ekonomi baru di luar Jawa, termasuk di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Nusa Tenggara, yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Fokus Kementerian PU: Infrastruktur untuk Ketahanan dan Kesejahteraan
Selain fokus pada pengembangan kota baru, Kementerian PU juga menjalankan berbagai Instruksi Presiden yang berkaitan dengan pembangunan sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan hingga konektivitas nasional.
Beberapa program utama yang telah dan akan terus dijalankan meliputi:
-
Pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
-
Rehabilitasi dan pembangunan sekolah serta madrasah guna meningkatkan kualitas pendidikan.
-
Pembangunan dan perbaikan jalan untuk mendukung konektivitas antarwilayah.
-
Penyediaan air bersih dan sanitasi melalui proyek air minum dan fasilitas pengelolaan sampah.
-
Pengembangan zona ketahanan energi dan air untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Langkah-langkah ini dinilai selaras dengan semangat pemerintahan baru yang ingin menguatkan fondasi ekonomi dari bawah, berfokus pada masyarakat dan pemerataan pembangunan.
Capaian 2024: Ribuan Sekolah dan Madrasah Telah Direvitalisasi
Dalam laporannya, Dody Hanggodo juga menyebutkan bahwa hingga akhir tahun 2024, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyelesaikan pembangunan dan perbaikan ribuan fasilitas pendidikan.
Beberapa capaian tersebut antara lain:
-
3.000 sekolah telah diperbarui dan direnovasi.
-
Lebih dari 100 madrasah selesai dibangun kembali.
-
Ratusan universitas di berbagai daerah mendapatkan dukungan revitalisasi infrastruktur pendidikan.
Capaian ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan tidak hanya berfokus pada proyek besar seperti jalan tol dan bendungan, tetapi juga menyentuh sektor sosial dan pendidikan yang langsung dirasakan masyarakat.
Rencana 2026: Fokus ke Irigasi, Air Minum, dan Padat Karya
Tidak berhenti di situ, Dody menambahkan bahwa pada tahun 2026, Kementerian PU akan melanjutkan ekspansi besar-besaran di berbagai sektor vital masyarakat.
Beberapa target pembangunan tahun depan antara lain:
-
12.000 titik irigasi baru untuk mendukung produktivitas pertanian.
-
600 proyek sosial-ekonomi berbasis padat karya, guna membuka lapangan kerja baru.
-
700 proyek air minum untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
-
80 fasilitas pengelolaan sampah untuk mendukung kota berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Pada 2026, karena ketahanan paling kuat ketika berakar di masyarakat, kami berencana membangun 12.000 titik irigasi, 600 proyek sosial-ekonomi (program padat karya), 700 proyek air minum, dan 80 fasilitas pengelolaan sampah,” jelas Dody.
Pemerataan Infrastruktur Menuju Indonesia Emas 2045
Rencana besar pembangunan 50 kota dan kawasan baru ini menjadi salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045 — sebuah visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan mandiri di usia 100 tahun kemerdekaannya.
Dengan memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa, pemerintah berharap tercipta keseimbangan antara urbanisasi, kemandirian pangan, dan kualitas hidup masyarakat di seluruh daerah.
Program ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi sustainability nasional, di mana pembangunan fisik harus sejalan dengan prinsip pembangunan hijau, ramah lingkungan, dan berbasis masyarakat.