Cara Mengibarkan Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Senin 27-10-2025,12:48 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

Petugas (Paskibra atau tim upacara) harus dilatih sebelumnya agar memahami setiap langkah dengan baik. Sikap disiplin, tegap, dan khidmat menjadi bagian penting dari penghormatan terhadap bendera negara.

4. Penataan Lokasi

Tiang bendera biasanya ditempatkan di tengah halaman atau di area utama yang menjadi pusat perhatian, baik di sekolah, instansi, maupun tempat umum.

BACA JUGA:FIFA Dituding Tak Konsisten, Infantino Hindari Pertanyaan Soal Rusia vs Israel

Tata Cara Pengibaran Bendera Merah Putih

Berikut adalah urutan pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda:

1. Persiapan Awal

Petugas pembawa bendera membawa bendera ke kaki tiang dengan pengawalan dua orang. Bendera dilipat rapi dan siap dikaitkan pada tali dengan penuh kehati-hatian.

2. Pembacaan Teks Sumpah Pemuda

Di beberapa upacara, pengibaran bendera dilakukan beriringan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda untuk memperkuat semangat persatuan nasional.

3. Iringan Lagu Indonesia Raya

Saat lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan, bendera mulai dinaikkan perlahan-lahan dengan ritme yang sesuai tempo lagu. Pengibaran harus mencapai puncak tiang tepat ketika lagu berakhir.

4. Sikap Peserta Upacara

Semua peserta berdiri tegak dan khidmat menghadap ke arah bendera. Peserta berseragam memberi hormat, sementara lainnya menempatkan tangan kanan di dada sebagai bentuk penghormatan.

5. Mengheningkan Cipta

Setelah bendera berkibar sempurna di puncak tiang, seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan dan persatuan bangsa.

BACA JUGA:Waspada! Ini 5 Ciri Kerupuk Berbahan Berbahaya Plastik dan Lilin

Menjaga Semangat Sumpah Pemuda

Pengibaran bendera di Hari Sumpah Pemuda bukan hanya bagian dari tradisi nasional, tetapi juga ajakan bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat kebangsaan.

Dalam dunia yang semakin modern dan penuh tantangan, nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan nasionalisme yang diwariskan para pemuda 1928 tetap relevan untuk dipelihara.

Melalui upacara sederhana namun penuh makna ini, kita diingatkan bahwa Merah Putih bukan sekadar simbol negara — tetapi cermin dari identitas dan martabat bangsa Indonesia.

Kategori :