Momentum Hari Santri, BEM PTNU DIY Serukan Etika Informasi dan Persatuan Bangsa

Selasa 28-10-2025,13:34 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

BACA JUGA:BEM PTNU Se-Nusantara Kecam Statsiun TV Swasta atas Tayangan yang Dianggap Lecehkan Kiai dan Pesantren Lirboyo

Pesantren, Pilar Demokrasi dan Harapan Bangsa

Sesi diskusi yang dipandu oleh M. Imam Jasarodin L., Direktur Kajian Strategis BEM PTNU DIY, menghadirkan tiga narasumber utama yang membahas peran pesantren dalam lanskap media modern.

Ketua RMI PWNU DIY, Muhammad Nilzam Yahya, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, menyoroti pentingnya nilai amanah dan kebermanfaatan sosial.

“Santri harus memiliki kepercayaan diri, memegang amanah, dan menjadi pribadi yang anfa’uhum linnaas — yang membawa manfaat bagi sesama. Jika kita memberi kebaikan, maka kebaikan akan kembali kepada kita,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Komisioner KPID DIY, Hazwan Iskandar Jaya, menyampaikan pesan optimisme di tengah arus informasi yang kian kompleks.

“Selama matahari masih terbit, harapan tidak akan pernah padam,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Akademisi dan Kaprodi Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga, Gugun El Guyanie, turut menegaskan peran pesantren sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.

“Gus Dur selalu mengingatkan bahwa pesantren adalah pilar demokrasi. Sejak sebelum republik berdiri, pesantren sudah menjadi bagian dari fondasi NKRI,” tuturnya.

BACA JUGA:Bahaya! BEM PTNU Sebut Wacana 'Reset Indonesia' Berpotensi Ancam Persatuan Nasional

Meluruskan Narasi dan Menguatkan Solidaritas

Melalui kegiatan ini, BEM PTNU DIY ingin mengembalikan pemahaman publik bahwa pesantren bukan lembaga yang bisa digeneralisasi secara sempit. Pesantren memiliki peran vital dalam menjaga nilai kemanusiaan, moralitas, serta keutuhan bangsa.

Menutup acara, Tegar Pradana mengajak seluruh mahasiswa dan santri untuk lebih bijak menyikapi isu-isu yang berpotensi memecah belah.

“Mari kita cermati setiap pola yang sedang dimainkan pihak tertentu. Jangan biarkan ada yang meruntuhkan kehormatan pesantren dan para kiai melalui propaganda,” pungkasnya.

Kategori :