JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Sebuah pesawat kargo militer Turki jenis Lockheed C-130E Hercules dilaporkan jatuh di wilayah Georgia, dekat perbatasan dengan Azerbaijan, pada Selasa, 11 November 2025.
Pesawat tersebut tengah menjalankan misi militer dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Turki (TUAF).
Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi bahwa seluruh 20 personel militer, termasuk awak pesawat, tewas dalam kecelakaan tragis tersebut.
Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güle, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bahwa penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat sedang dilakukan bersama otoritas Georgia.
Kronologi Penerbangan
Menurut data penerbangan Flightradar24, pesawat dengan kode panggilan TUAF543 itu lepas landas dari Bandara Internasional Ganja (GNJ), Azerbaijan, pada pukul 10.19 UTC.
Setelah tinggal landas, pesawat sempat berbelok ke kiri dan melintasi Waduk Mingechevir, lalu naik ke ketinggian 15.000 kaki sebelum mengubah arah ke barat laut dan masuk ke wilayah udara Georgia pada pukul 10.37 UTC.
Pesawat mencapai ketinggian jelajah 24.000 kaki pada pukul 10.41 UTC, namun hanya delapan menit kemudian sinyal terakhir terekam pada 10.49.20 UTC, dan itu menunjukkan penurunan tajam dengan kecepatan vertikal lebih dari 19.000 kaki per menit.
BACA JUGA:Biaya Haji Turun, Tapi Layanan Tetap Mewah! DPR Pastikan Hotel Dekat Masjid dan Pesawat Super Aman
Detik-Detik Jatuhnya Pesawat
Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat tampak berputar turun dari langit, disertai asap putih tebal dari sayapnya.
Bagian depan pesawat dan ekor dilaporkan terlepas sebelum pesawat jatuh dan terbakar.
Otoritas penerbangan Georgia dan militer Turki telah menurunkan tim investigasi gabungan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan.
Pesawat Sudah Berusia 57 Tahun
Pesawat dengan nomor registrasi 68-1609 ini merupakan Lockheed C-130E Hercules berusia 57 tahun.
Pesawat pertama kali dikirim dari pabrik Lockheed di Marietta pada tahun 1968 dan sebelumnya digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Saudi sebelum bergabung dengan Angkatan Udara Turki pada Maret 2010.