JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID -
Petr Yan akhirnya menuntaskan penantian hampir tiga tahun untuk membalas kekalahan dari Merab Dvalishvili.
Dalam laga utama UFC 323, Yan tampil luar biasa dan sukses merebut kembali gelar juara kelas bantam melalui performa dominan selama lima ronde penuh.
Sejak bel pertama berbunyi, Yan menunjukkan intensitas tinggi dengan serangan variatif.
Jab cepat, pukulan ke tubuh, serta kombinasi akurat membuat Dvalishvili kewalahan. Kerusakan demi kerusakan terlihat jelas, hingga wajah sang juara bertahan dipenuhi memar dan darah memasuki ronde-ronde akhir.
Ketika pertarungan tuntas, para juri memberikan skor 49-46, 49-46, dan 48-47, memastikan Yan kembali menyandang status sebagai juara bantam UFC dua kali sekaligus menghentikan laju dominasi Dvalishvili.
“Saya sangat bahagia bisa kembali memegang sabuk ini,” kata Yan dalam wawancara usai pertandingan. “Terima kasih kepada tim, para penggemar, dan UFC yang telah mengubah hidup saya.”
Dvalishvili Tetap Tangguh, Tapi Harus Akui Keunggulan Yan
Merab Dvalishvili sendiri tampil berani. Petarung asal Georgia tersebut mencoba mempertahankan gelar untuk keempat kalinya dalam setahun — sebuah pencapaian historis jika berhasil. Namun, usaha keras itu kandas di tangan Yan yang tampil sempurna sepanjang laga.
“Dia petarung yang lebih baik hari ini,” ujar Dvalishvili. “Saya ingin pertandingan ulang. Saya selalu mencoba menghibur para penonton, dan hari ini saya harus menerima kekalahan.”
Meski mengalami kesulitan menurunkan berat badan ke 135 pound, Dvalishvili menegaskan dirinya tidak mencari alasan dan tetap mengakui keunggulan lawan.
Perubahan Strategi Yan Menjadi Kunci Kemenangan
Perubahan besar terlihat pada gaya bertarung Yan. Jika dalam pertemuan pertama ia cenderung bertahan, kali ini Yan tampil agresif dan lebih percaya diri. Kombinasi jab tajam, kontrol jarak, serta serangan ke tubuh membuat Dvalishvili kehilangan ritme.
Di ronde pertama, pukulan kanan keras dari Yan membuat Dvalishvili goyah dan memaksa mencoba takedown. Namun pertahanan gulat Yan sangat disiplin, menahan setiap percobaan yang datang berulang kali.
Pada ronde kedua, Yan membalas tekanan lawan dengan jab dan overhand yang mendarat bersih. Ia bahkan sempat melakukan takedown sebelum Dvalishvili membalikkan keadaan. Meski begitu, Yan tetap unggul dalam pertukaran serangan.