JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Era pengoperasian Boeing 737-800 di KLM resmi memasuki babak akhir.
Pesawat pertama dari generasi NG (Next Generation) milik maskapai Belanda itu, dengan registrasi PH-BXK, kini dipastikan pensiun setelah menjalani penerbangan terakhir menuju Bandara Twente.
Di lokasi tersebut, pesawat tidak hanya diistirahatkan, tetapi juga akan dibongkar dan didaur ulang.
Proses pembongkaran PH-BXK ditangani oleh AELS, perusahaan yang memang dikhususkan untuk membongkar pesawat tua dan mendaur ulang komponen yang masih dapat dimanfaatkan.
BACA JUGA:Tragis! Pesawat C-130 Angkatan Udara Turki Jatuh di Georgia, Seluruh 20 Personel Militer Tewas
Sebelum dikirim ke Twente, KLM Engineering & Maintenance telah melepas mesin serta unit daya tambahan (APU) milik pesawat.
Komponen penting tersebut akan digunakan kembali dalam armada KLM yang masih mengoperasikan tipe 737, sehingga tetap berperan dalam menjaga ketersediaan suku cadang.
Meski mengakhiri pengabdian panjang 737-800 terasa menyedihkan, KLM menegaskan bahwa pesawat ini tidak akan hilang sia-sia.
Berkat proses pembongkaran terstruktur, berbagai bagian lain dari PH-BXK masih bisa diselamatkan untuk kebutuhan maskapai lain sebelum akhirnya didaur ulang jika sudah tidak layak pakai.
PH-BXK sendiri pertama kali bergabung dengan KLM pada September 2000.
Selama 25 tahun, pesawat ini setia melayani rute jarak pendek di Eropa dan menjadi bagian penting dari komitmen panjang KLM terhadap keluarga Boeing 737.
Pesawat dengan nomor seri 639 ini menjadi salah satu tulang punggung armada narrow-body maskapai.
Berdasarkan data armada terbaru, KLM masih mengoperasikan total 42 pesawat Boeing 737 dalam tiga varian:
- 7 unit 737-700,