Studi Nature Ungkap Potensi Serap 23,4 Gt Karbon: Hutan Bisa Balik Lagi Tanpa Tanam Pohon!

Jumat 26-12-2025,06:30 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Di tengah ancaman deforestasi dan krisis iklim, alam ternyata menyimpan kemampuan pemulihan yang lebih kuat dari dugaan banyak orang. 

Citra satelit terbaru mengungkap bahwa lahan tropis yang pernah menjadi hutan memiliki potensi besar untuk tumbuh kembali secara alami—tanpa harus selalu melalui penanaman ulang.

Temuan ini dipaparkan dalam studi ilmiah yang terbit di jurnal Nature.

Peneliti memperkirakan sekitar 215 juta hektar lahan tropis bekas hutan memiliki peluang tinggi untuk beregenerasi secara alami, asalkan area tersebut dibiarkan, dilindungi, dan tidak terus-menerus terganggu aktivitas manusia.

Jika pemulihan alami ini berjalan optimal, hutan-hutan muda tersebut berpotensi menyerap hingga 23,4 gigaton karbon dalam 30 tahun, sekaligus membantu menekan laju pemanasan global.

BACA JUGA:Yamaha FJR1300, Legenda Motor Touring Empat Silinder yang Menghadirkan Elegansi dalam Kecepatan

Bonusnya Tak Cuma Karbon: Satwa Kembali, Air Membaik, Iklim Lokal Lebih Stabil

Dampak regenerasi alami bukan cuma soal penyerapan karbon. Penelitian juga menyoroti manfaat ganda yang menyertainya, seperti:

- Pemulihan keanekaragaman hayati

- Peningkatan kualitas air

- Stabilisasi iklim mikro di wilayah sekitar

- Penguatan kembali habitat satwa liar

Artinya, memberi ruang bagi hutan untuk bangkit sendiri bisa menjadi langkah restorasi yang sekaligus membantu lingkungan, masyarakat, dan ekosistem secara menyeluruh.

BACA JUGA:Lowongan Kerja Diskominfo Kota Tangerang Desember 2025, Dibuka untuk Desain Grafis dan Videografer

Lebih Murah dari Reboisasi, Hutan Alami Lebih Tahan Lama

Salah satu poin penting dari studi ini adalah soal biaya.

Regenerasi alami dinilai jauh lebih hemat dibanding reboisasi atau penanaman pohon secara aktif.

Kategori :