Teknologi ini memungkinkan dokter mengatur dosis radiasi secara lebih akurat, sehingga tumor dapat ditargetkan secara maksimal tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
“Dengan teknik modern seperti IMRT dan VMAT, radioterapi kini jauh lebih aman dan nyaman. Tingkat keberhasilan terapi meningkat, sementara efek samping dapat dikendalikan dengan lebih baik, termasuk pada pasien pasca operasi atau yang mengalami penyebaran ke kelenjar getah bening,” tambah dr. Fauzan.
Peran Radioterapi di Berbagai Stadium Kanker Serviks
Pada kanker serviks, radioterapi memiliki peran penting di berbagai tahap penyakit. Terapi ini dapat digunakan sebagai:
Terapi tambahan setelah operasi
Terapi utama pada stadium lokal lanjut
Terapi paliatif untuk mengendalikan gejala pada stadium lanjut
Saat ini, layanan radioterapi komprehensif dengan teknologi modern telah tersedia di Primaya Hospital Tangerang dan Primaya Hospital Bekasi Barat, sehingga pasien dapat mengakses pengobatan yang lebih optimal.
Deteksi Dini Tetap Jadi Kunci Kesembuhan
Meski teknologi terus berkembang, deteksi dini kanker serviks tetap menjadi faktor paling menentukan dalam peluang kesembuhan. Jika ditemukan pada tahap pra-kanker atau stadium awal, tingkat kesembuhan dapat mendekati 100 persen, dengan durasi terapi yang lebih singkat, efek samping lebih ringan, dan biaya pengobatan yang jauh lebih rendah.
Skrining kanker serviks dianjurkan dilakukan secara rutin melalui:
Pap smear setiap 3–5 tahun setelah menikah
Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai metode skrining awal, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan
“Radioterapi bukan lagi terapi yang menakutkan. Dengan dukungan teknologi modern dan deteksi dini, radioterapi justru menjadi solusi yang memberi harapan besar bagi pasien kanker untuk sembuh dan kembali menjalani hidup secara produktif,” tutup dr. Fauzan.