Wow! Donald Trump Siap Ambil Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela untuk AS

Rabu 07-01-2026,20:25 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

AS, SEMARAKNEWS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan rencana kontroversial terkait minyak Venezuela.

Melalui unggahan di akun media sosialnya, Donald Trump menyebut bahwa otoritas sementara Venezuela akan menjual sekitar 30 hingga 50 juta barel minyak mentah kepada Amerika Serikat dengan harga pasar internasional.

Dalam pernyataannya, Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Energi AS, Chris Wright untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut.

Minyak mentah dari Venezuela itu, menurut Donald Trump, akan dikirim langsung ke sejumlah dermaga di Amerika Serikat.

BACA JUGA:Trump dan Pemimpin Negara Mediator Resmikan Kesepakatan Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Apa Isinya?

Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menyusul operasi besar-besaran yang terjadi di Caracas.

Pemerintah AS menuding pasangan tersebut terlibat dalam terorisme narkoba, dengan tuduhan bahwa Venezuela menjadi jalur utama masuknya narkoba berbahaya ke wilayah Amerika Serikat.

AS Klaim Akan 'Mengelola' Venezuela

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya berniat menekan kepemimpinan Venezuela yang tersisa, termasuk penjabat Presiden Delcy Rodríguez, agar membuka akses terhadap cadangan minyak Venezuela yang sangat besar kepada perusahaan energi asal Amerika Serikat.

Ia juga menyebut bahwa hasil penjualan minyak tersebut akan berada di bawah kendali penuh pemerintah AS dan digunakan untuk kepentingan kedua negara.

"Hasil penjualan minyak ini akan kami kelola dan manfaatkan untuk kepentingan Venezuela dan Amerika Serikat,” kata Trump dalam pernyataannya.

BACA JUGA:Israel Panik Minta Tolong AS! Donald Trump Takut Diperangi Persatuan Rusia Korut China Timteng

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan sektor energi dinilai sebagai kunci utama bagi pemulihan ekonomi negara tersebut setelah mengalami krisis mendalam selama lebih dari satu dekade di bawah pemerintahan Maduro.

Skeptisisme dan Kritik Menguat

Meski demikian, sejumlah analis internasional meragukan kemampuan Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang telah lama terbengkalai. 

Ketidakstabilan politik yang masih berlanjut dinilai menjadi hambatan besar, terutama pasca penangkapan Maduro.

Banyak pihak meyakini bahwa rencana Trump tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak global dalam waktu dekat, mengingat tantangan teknis dan geopolitik yang menyertainya.

Kategori :