Aurelie Moeremans Ungkap Grooming Sejak Usia 15 Tahun di Memoar Broken Strings: Kekerasan Seksual hingga Manipulasi

Kamis 15-01-2026,12:40 WIB
Reporter : Alviana Anugrahani Putri
Editor : Priya Satrio

Kondisi ini membuat Aurelie merasa kecil, tak berdaya, dan menjauh dari keluarga serta lingkungan sosialnya. 

“Setiap pertengkaran selalu berakhir sama, denganku makin mengecil, yakin aku yang bermasalah… Apa pun yang terjadi, aku yang minta maaf,” tulisnya dalam memoar.

Selain kekerasan emosional, Aurelie menghadapi berbagai bentuk ancaman. 

BACA JUGA:Penjualan Sepeda Motor 2025 Tembus 6,4 Juta Unit, Skutik Masih Tak Tergoyahkan di Tengah Tantangan Daya Beli

Bobby beberapa kali mengancam akan mengakhiri hidupnya, menyebarkan foto intim, hingga melukai orang tua Aurelie jika keinginannya tidak dituruti. 

Tekanan tersebut membuat Aurelie terus terjebak dalam hubungan yang penuh ketakutan.

Kekerasan yang dialami Aurelie juga mencakup kekerasan seksual, fisik, dan verbal. 

Ia mengaku dipaksa melakukan hubungan intim, sering ditampar, diludahi, dan dihina. 

BACA JUGA:KPK Bongkar Dugaan Korupsi Pajak 2021–2026, Kantor DJP Digeledah

Tak berhenti di situ, Aurelie juga menjadi korban kekerasan finansial, di mana penghasilannya sebagai artis digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bobby, termasuk cicilan mobil atas nama pria tersebut.

Di luar hubungan asmara, Aurelie turut mengisahkan pengalaman bullying sejak masa kecil di Belgia hingga saat berkarier di industri hiburan Indonesia. 

Semua pengalaman pahit itu menjadi luka panjang yang akhirnya ia ungkap melalui Broken Strings.

Meski berat, Aurelie menyebut menulis memoar ini sebagai bagian dari proses pemulihan. 

BACA JUGA:Resep Telur Balado Enak dan Lezat, Menu Rumahan Sederhana yang Bikin Nagih

“Iya, tentu saja (gak mudah)… tapi justru proses itu menjadi bagian dari penyembuhan,” ujarnya. 

Melalui Broken Strings, Aurelie berharap kisahnya bisa membuka mata publik dan membantu korban lain agar berani menyelamatkan diri.

Kategori :

Terpopuler