JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah menaikkan kuota beasiswa LPDP 2026 menjadi 5.750 kursi, lebih tinggi dibanding tahun 2025.
Kebijakan ini diumumkan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam forum dialog Presiden Prabowo Subianto.
Kuota tersebut terdiri dari 1.000 kursi Beasiswa Garuda jenjang S1, 4.000 kursi untuk program S2 dan S3, serta 750 k.ursi program doktor spesialis.
BACA JUGA:HUAWEI FreeClip 2 Resmi Hadir di Indonesia, TWS Open-Ear Ringan dan Nyaman untuk Aktivitas Seharian
"Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru," kata Brian di Istana Negara Jakarta Jumat 16 Januari 2026.
Untuk program pascasarjana, arah seleksi akan dibuat lebih terarah.
"Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional," ujarnya.
Dorongan penguatan bidang STEM juga ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
BACA JUGA:Punya Budget Rp20 Jutaan? Ini Daftar Motor Honda Paling Worth It Tahun 2026
"Termasuk tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80%," kata Prasetyo.
"Krena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," tambahnya.
Sebelumnya, LPDP sempat merencanakan pembatasan kuota 2025 dan 2026 di angka 4.000 kursi.
Plt Direktur Utama LPDP Sudarto menyampaikan kondisi tersebut dipengaruhi masih banyaknya penerima beasiswa luar negeri yang sedang menjalani studi.
BACA JUGA:TVS Callisto 125 Punya Dua Warna Baru, Lebih Ekspresif dan Bikin Pede di Jalan!
"Tahun ini karena yang masih on going banyak, kita menerima yang baru itu jumlahnya lebih sedikit (4.000). Mungkin tahun ini dan tahun depan, mudah-mudahan 2027 kita kembali normal lagi," ujarnya.