JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi terkait banyaknya narasi menyesatkan di media sosial yang menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC BMKG) sebagai “bom waktu” yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dan tidak stabil.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip ilmiah.
Sebelumnya, beredar klaim bahwa OMC BMKG berisiko menciptakan bencana baru, mulai dari ketidakstabilan cuaca, terbentuknya cold pool atau kolam udara dingin, hingga tudingan memindahkan hujan ke wilayah tertentu sehingga memicu banjir besar. Narasi tersebut juga menimbulkan anggapan adanya rasa aman semu bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, BMKG menegaskan bahwa OMC BMKG merupakan langkah mitigasi bencana yang dilakukan secara terukur, berbasis sains, dan mengikuti kaidah meteorologi. Upaya ini dijalankan sebagai respons atas menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya dampak perubahan iklim global.
BMKG menjelaskan bahwa OMC BMKG tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan sebagai strategi pendukung pengendalian risiko bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir.
BACA JUGA:Resmi Murah! Daftar 10 HP Samsung yang Anjlok Harga Awal Tahun 2026
BMKG juga menepis anggapan bahwa cold pool merupakan dampak berbahaya dari OMC BMKG. Fenomena kolam udara dingin tersebut ditegaskan sebagai proses meteorologi yang sepenuhnya alami dan kerap terjadi dalam setiap hujan lebat.
Cold pool terjadi ketika sebagian air hujan menguap di bawah awan badai, menyebabkan udara menjadi lebih dingin dan padat, lalu turun ke permukaan.
Menurut BMKG, setiap hujan alami yang turun ke bumi secara otomatis membentuk cold pool tanpa intervensi OMC BMKG.
Dengan demikian, mengaitkan fenomena cold pool sebagai efek samping berbahaya dari OMC BMKG dinilai sebagai kesalahan pemahaman ilmiah.
Proses tersebut merupakan bagian dari siklus atmosfer yang sudah lama dipelajari dalam meteorologi.
BMKG juga menjelaskan bahwa OMC BMKG dengan teknik penyemaian awan atau cold seeding tidak menciptakan awan baru. Teknologi ini hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk secara alami dan berada dalam kondisi jenuh.
Jika OMC BMKG berhasil mempercepat turunnya hujan, maka cold pool yang terbentuk secara fisik dan kimiawi tetap identik dengan cold pool dari hujan alami. Tidak ada perbedaan karakteristik yang dapat dianggap membahayakan.
BACA JUGA:Cari Mobil Baru? Ini Daftar Harga Mobil Daihatsu Januari 2026, Semua Tipe Ada
Dari sisi skala energi, BMKG menegaskan bahwa teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar. Oleh karena itu, anggapan bahwa OMC BMKG mampu “mendinginkan atmosfer” secara masif dianggap tidak logis secara ilmiah.