BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Turun 1 Februari 2026, Pertamax Jadi Rp11.800 per Liter
Risiko Banjir di Wilayah Rawan
Pada wilayah yang sempat masuk status siaga sebelumnya, risiko banjir Jabodetabek dapat meningkat apabila hujan turun dengan durasi lama atau terjadi secara berulang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi layanan publik dan infrastruktur perkotaan.
Oleh karena itu, antisipasi banjir Jabodetabek menjadi hal penting yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dan warga setempat.
Imbauan BMKG untuk Warga Jabodetabek
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca Jabodetabek yang bisa terjadi dengan cepat, terutama pada siang hingga malam hari.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir Jabodetabek dan bantaran sungai diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta rutin memantau kondisi lingkungan sekitar.
Pengaruh La Nina dan Monsun Asia
Sebelumnya, dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan yang dirilis BMKG pada 27 Januari 2026, disebutkan bahwa cuaca Indonesia Februari 2026 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal.
Pada skala global, fenomena ENSO terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, kondisi yang dapat meningkatkan pasokan uap air dan mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Aktivitas Monsun dan CENS Masih Aktif
Selain pengaruh La Nina lemah, monsun Asia diprediksi masih cukup aktif hingga dasarian pertama Februari 2026. BMKG juga mencatat Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) masih berperan dalam dinamika cuaca nasional.
Kombinasi faktor tersebut turut memperkuat potensi hujan di Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan.