JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - BEM PTNU DIY menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan satu abad Masehi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Momentum 100 tahun Nahdlatul Ulama dinilai sebagai tonggak historis yang menandai perjalanan panjang NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang konsisten berkontribusi bagi keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Refleksi Seabad Perjuangan NU
Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menegaskan bahwa satu abad NU bukan sekadar angka usia, melainkan rekaman perjuangan ulama dan warga Nahdliyin dalam menjaga harmoni sosial dan membangun peradaban.
Menurutnya, perjalanan Nahdlatul Ulama selama 100 tahun menunjukkan peran strategis NU dalam merawat nilai keislaman moderat di tengah perubahan zaman yang terus bergerak dinamis.
Harapan NU di Abad Kedua Masehi
Memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, BEM PTNU DIY berharap NU tetap menjadi pilar moral bangsa dan penjaga nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Tegar menyampaikan doa agar NU di abad kedua mampu menjadi rumah besar yang inklusif, teduh, dan aman bagi seluruh warga Nahdliyin di berbagai lapisan masyarakat.
Pentingnya Berpijak pada Khittah 1926
Dalam refleksi 100 tahun NU, BEM PTNU DIY menekankan pentingnya Nahdlatul Ulama untuk terus berpijak pada Khittah 1926 sebagai fondasi perjuangan organisasi.
Adaptasi terhadap perkembangan zaman dinilai penting, namun nilai dasar NU dan tradisi keilmuan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.
“Khittah 1926 bukan beban sejarah, melainkan penunjuk arah. Tanpa kompas ini, NU berisiko kehilangan fokus perjuangan,” tegas Tegar.
BACA JUGA:BEM PTNU se-Nusantara Soroti Derita Warga Aceh Utara, Tiga Dusun Masih Gelap Pascabanjir dan Longsor
Sorotan terhadap Penggunaan Identitas NU
BEM PTNU DIY juga menyoroti maraknya penggunaan identitas Nahdlatul Ulama oleh pendakwah dan figur publik di ruang dakwah maupun media sosial.
Penggunaan simbol dan label NU, menurut BEM PTNU DIY, harus diiringi dengan sikap, etika, dan narasi yang mencerminkan nilai-nilai dasar NU.
Narasi provokatif dan sensasional berpotensi menciptakan kegaduhan serta merusak citra Islam moderat yang selama ini diperjuangkan NU.
Dorongan Penguatan Peran LDNU
Sejalan dengan refleksi satu abad Nahdlatul Ulama, BEM PTNU DIY mendorong penguatan peran Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).