Namun saat ratu sudah "di luar jangkauan" atau dalam kondisi yang tidak mengancam, maka sinyal bahaya pun ikut padam.
Lebah pekerja kehilangan agresivitasnya karena target utama pertahanan mereka sudah tidak dalam bahaya.
Pengalaman di lapangan membuktikan bahwa lebah yang terkenal paling ganas sekalipun punya sisi lemah.
Asalkan mau belajar dan jeli mengamati, ada cara-cara alami yang bisa dilakukan tanpa harus melukai makhluk hidup tersebut.
Bagi siapa pun yang berurusan dengan lebah hutan jenis ini, baik untuk keperluan panen madu atau sekadar memindahkan koloni, memahami titik lemah ini adalah kunci sukses.
Bukan sekadar mengandalkan asap atau alat pelindung diri, tapi memahami psikologi koloni dan mengetahui di mana letak "saklar" utama yang bisa mematikan agresivitas mereka.
Jadi, lain kali jika mendengar tentang keganasan lebah hutan tawon Gung, ingatlah bahwa di balik ribuan pasukan yang siap menyerang, ada satu sosok kecil yang menjadi pusat kendali.
Temukan dan amankan sosok itu, maka keganasan pun akan berganti menjadi kejinakan. Alam selalu menyimpan rahasia bagi mereka yang mau belajar.