JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Timnas Iran menegaskan bahwa tidak ada pihak yang berhak 'menendang' mereka dari ajang Piala Dunia 2026.
Apalagi setelah menyusul komentar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait partisipasi Iran dalam turnamen tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun resmi Instagram timnas Iran pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam pesan itu, mereka menekankan bahwa penyelenggara resmi Piala Dunia adalah FIFA, bukan individu atau negara tertentu.
“Piala Dunia adalah acara olahraga internasional yang bersejarah. Penyelenggaranya adalah FIFA, bukan individu ataupun negara mana pun,” tulis pernyataan tersebut.
BACA JUGA:PNIB: Jangan Biarkan Konflik Iran, Israel, dan AS Memecah Persatuan Bangsa Indonesia!
Respons Iran atas Komentar Trump
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa tim Iran tetap dipersilakan mengikuti turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat. Namun ia juga menilai bahwa kehadiran Iran mungkin tidak tepat demi keselamatan para pemain.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran.
Meski demikian, tim nasional Iran menegaskan bahwa hak mereka untuk tampil di Piala Dunia tidak bisa dicabut secara sepihak.
Dalam unggahan yang sama, mereka bahkan menyindir kemungkinan lain terkait keamanan turnamen.
“Tidak ada yang dapat mengecualikan tim nasional Iran dari Piala Dunia. Satu-satunya negara yang mungkin dikecualikan adalah pihak yang hanya berstatus sebagai tuan rumah tetapi tidak mampu menjamin keamanan bagi tim peserta,” tulis pernyataan tersebut.
Jadwal Pertandingan Iran di Piala Dunia 2026
Pada turnamen FIFA World Cup 2026, Iran dijadwalkan memainkan tiga pertandingan fase grup di Amerika Serikat.
Beberapa laga yang telah dijadwalkan antara lain:
- Melawan New Zealand national football team pada 15 Juni di Inglewood, California
- Menghadapi Belgium national football team pada 21 Juni
- Melawan Egypt national football team pada 26 Juni di Seattle
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar bersama oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.