SEMARAKNEWS.CO.ID - Presiden Direktur baru PT Honda Prospect Motor (HPM), Masanao Kataoka, mulai menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat portofolio kendaraan elektrifikasi Honda di pasar Indonesia.
Langkah ini dilakukan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan guna mencapai target net zero emission pada 2060.
Menurut Kataoka, Honda akan menyesuaikan arah bisnisnya dengan regulasi pemerintah Indonesia terkait pengembangan kendaraan listrik.
“Saya mendengar pemerintah Indonesia mulai memperkenalkan kebijakan kendaraan elektrifikasi. Jadi kami harus mengikuti arahan pemerintah,” ujar Kataoka di Jakarta.
Strategi ini menandai babak baru Honda dalam memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.
Honda Siapkan Mobil Listrik Murni dan Hybrid Baru
BACA JUGA:7 Penyebab Sertifikat Tanah Bisa Tidak Berlaku Secara Hukum, ATR/BPN Ingatkan Pemilik Wajib Tahu
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Honda berencana meningkatkan fokus pada pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan otomotif asal Jepang itu bahkan telah menyiapkan beberapa langkah penting, antara lain:
- peluncuran mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV)
- penyegaran dua model Hybrid Electric Vehicle (HEV) pada 2026
- penguatan lini kendaraan elektrifikasi untuk pasar domestik
Saat ini, portofolio kendaraan elektrifikasi Honda masih didominasi oleh model hybrid seperti:
- Honda Step WGN Hybrid
- Honda HR‑V Hybrid
- Honda Civic RS Hybrid
- Honda CR‑V Hybrid
- Honda Accord Hybrid
Namun ke depan, Honda juga akan mulai memperkenalkan kendaraan listrik penuh untuk pasar Indonesia.
Honda Super One Diduga Jadi “Brio Listrik”
Salah satu model yang paling ramai diperbincangkan adalah Honda Super One, mobil listrik kompak yang sering disebut sebagai “Brio versi listrik”.
Model ini diduga kuat akan menjadi salah satu mobil listrik pertama Honda yang dipasarkan secara luas di Indonesia.
Indikasi tersebut muncul setelah kode kendaraan JG6 A EV ZZE muncul dalam dokumen Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Provinsi DKI Jakarta.
Dalam dokumen tersebut, nilai jual kendaraan tercatat sekitar Rp257 juta.
Namun perlu dicatat, angka tersebut bukan harga on the road (OTR) karena belum termasuk berbagai komponen pajak seperti:
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
- Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
Dengan tambahan komponen tersebut, harga jual ke konsumen kemungkinan akan lebih tinggi.
Spesifikasi Honda Super One
BACA JUGA:Buku Nikah Hilang atau Rusak? Ini Syarat dan Cara Mengurus Buku Nikah Pengganti di KUA
Mobil listrik kompak ini pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 dalam ajang Japan Mobility Show.
Setelah itu, model tersebut juga dipamerkan dalam beberapa pameran otomotif internasional seperti:
- Tokyo Auto Salon
- Singapore Motor Show
Dari sisi spesifikasi, Honda Super One mengusung teknologi yang cukup menarik untuk kelas mobil listrik kompak.
Beberapa spesifikasi utamanya antara lain:
- Tenaga motor listrik: 95 PS (70 kW)
- Torsi maksimum: 162 Nm
- Kapasitas baterai: sekitar 29,6 kWh (perkiraan)
- Estimasi jarak tempuh: sekitar 295 km standar WLTP
- Pengisian cepat DC: 20% hingga 80% dalam 30 menit
Dengan spesifikasi tersebut, mobil ini diproyeksikan cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
Penjualan Honda di Indonesia Masih Stabil
Di tengah persiapan kendaraan listrik, performa penjualan Honda di Indonesia juga menunjukkan tren positif.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi wholesales Honda pada Februari 2026 mencapai 5.385 unit.
Angka tersebut meningkat sekitar 34 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 4.016 unit.
Sementara itu, penjualan ritel dari dealer ke konsumen mencapai 4.688 unit, atau naik sekitar 10,74 persen secara bulanan.