JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - BMKG merilis prakiraan cuaca terbaru di seluruh wilayah Indonesia untuk Sabtu, 4 April 2026.
Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat akibat dinamika atmosfer yang cukup signifikan.
Berdasarkan analisis BMKG, terdapat indikasi terbentuknya sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia, seperti perairan barat Aceh, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.
Fenomena ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Fakta Baru! 1.200 ASN Diduga Terdampak Pemotongan Gaji di Gorontalo
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat hingga sangat lebat yang diprediksi terjadi di:
- Sumatera Utara
- Sumatera Selatan
- Jawa Tengah
- Sulawesi Tengah
Sementara itu, sejumlah wilayah lain juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia
Wilayah Indonesia Barat
Beberapa kota besar diprediksi mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir, di antaranya:
- Pangkal Pinang berpotensi hujan petir
- Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung berpotensi hujan ringan
- Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta juga berpotensi hujan ringan
- Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Tanjung Selor diprakirakan hujan ringan
Selain itu:
- Banda Aceh dan Medan berpotensi berawan tebal
- Samarinda diperkirakan mengalami kabut atau asap
- Surabaya berpotensi udara kabur
BACA JUGA:10 Tahun Bersama NCT, Mark Lee Akhiri Kontrak dengan SM Entertainment
Wilayah Indonesia Timur
Untuk kawasan timur Indonesia, prakiraan cuaca menunjukkan:
- Nabire dan Merauke berpotensi hujan sedang
- Kupang, Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Kendari, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya berpotensi hujan ringan
- Denpasar, Mataram, Makassar, dan Ambon diprediksi berawan hingga berawan tebal
Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa kombinasi sirkulasi siklonik serta terbentuknya jalur konvergensi di berbagai wilayah menjadi faktor utama meningkatnya potensi hujan.
Kondisi ini memungkinkan pertumbuhan awan hujan lebih intens, terutama di wilayah yang berada di sepanjang jalur pertemuan angin tersebut.
Imbauan BMKG
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, hingga angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Untuk informasi terbaru dan real-time, masyarakat dapat memantau melalui situs resmi BMKG atau media sosial resmi mereka.