JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM PTNU DIY dan BEM Nusantara DIY menggelar aksi solidaritas kemanusiaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aksi yang diikuti sekitar 300 peserta ini dipusatkan di kawasan Ex Abu Bakar Ali sebagai titik kumpul, sebelum massa bergerak menuju gedung legislatif daerah.
Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kemanusiaan, keadilan hukum, serta reformasi sektor keamanan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara ketika terjadi ketidakadilan di tengah masyarakat.
Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan long march dari Ex Abu Bakar Ali menuju DPRD DIY.
Sepanjang perjalanan, massa membawa spanduk dan poster serta menyampaikan orasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada publik.
BACA JUGA:6 Aplikasi Penghasil Uang di HP untuk Mahasiswa 2026: Praktis dan Fleksibel!
Tuntutan Disampaikan ke DPRD DIY
Setibanya di lokasi tujuan, mahasiswa melanjutkan aksi dengan orasi terbuka dan menyerahkan tuntutan resmi kepada DPRD DIY untuk diteruskan ke DPR RI.
Dalam pernyataannya, Tegar menegaskan bahwa aksi ini tidak sekadar demonstrasi, tetapi juga bentuk tekanan moral kepada pemerintah agar menjamin keadilan hukum, termasuk dalam penanganan kasus Andrie Yunus yang diminta untuk diusut secara transparan dan akuntabel.
Desak Revisi UU TNI dan Peradilan Militer
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain:
- Transparansi penanganan kasus hukum
- Revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI
- Revisi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer
- Transparansi kinerja Komite Percepatan Reformasi Polri
BACA JUGA:BEM PTNU Soroti Kepmendikdasmen No. 14/2026, Syarat TPG Dinilai Tidak Adil bagi Guru
Mahasiswa menilai reformasi sektor keamanan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia agar tetap berjalan dengan pengawasan publik yang kuat.
Seruan Jaga Demokrasi dan Keadilan
Tegar menegaskan bahwa revisi regulasi di sektor keamanan bertujuan untuk mencegah tumpang tindih aturan serta memastikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa gerakan mahasiswa akan terus mengawal isu kemanusiaan dan reformasi hukum secara konsisten.
Aksi solidaritas ini berlangsung tertib hingga selesai. Setelah menyampaikan tuntutan, massa kembali ke titik awal sekitar pukul 17.30 WIB dengan pengawalan aparat keamanan.