Harapan Besar Kiai Sepuh: Kompetisi menuju pucuk pimpinan PBNU harus menjadi teladan moral yang sejuk bagi generasi muda.
BACA JUGA:Gus Muhaimin Didukung Gus Ibi Pimpin PBNU 2026Optimasi Potensi Maritim dan Jaringan Ekonomi Berbasis Pesantren
Dalam forum tersebut Gus Salam memuji karakter religius masyarakat Bugis yang memiliki etos kerja tinggi.
Beliau melihat potensi sektor agraris dan maritim Sulawesi Selatan sangat besar untuk dikelola jaringan pesantren.
PBNU ke depan harus berperan aktif sebagai konduktor yang membuka akses jejaring ekonomi skala nasional.
Fasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis warga nahdliyin dinilai mampu menggerakkan kemandirian umat secara masif, Sob.
BACA JUGA:Lirboyo, dari 'Sarang Penyamun' Menjelma Benteng Nusantara
Apresiasi dari Daerah untuk Kembalikan Marwah Organisasi
Langkah konsolidasi luar Jawa yang dilakukan oleh Gus Salam mendapat respons positif dari berbagai utusan PCNU.
Ahmad Jaelani dari Jeneponto menilai ikhtiar kebersamaan ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan marwah aseli NU.
Perwakilan Sinjai Kiai Musram Mustafa juga berharap ada bantuan nyata untuk pembangunan pesantren NU daerah.
Semangat rekonsiliasi nasional yang dibawa Gus Salam dinilai mampu menyatukan kembali soliditas pengurus tingkat bawah.
BACA JUGA:PBNU 2026 Jadi Sorotan, Gus Ibi Dorong Kiai Pesantren Pimpin NU
Bongkar Kriteria Pemimpin Masa Depan ala AGH Baharuddin
Rais PWNU Sulsel AGH Baharuddin membeberkan kriteria utama yang wajib dimiliki calon Ketua Umum PBNU.
Pemimpin tersebut harus seorang muallim berpengetahuan luas, zuhud, tidak ambisi duniawi, serta seorang muharriq, Sob.
Muharriq artinya sosok muda yang mau bergerak aktif dan menjadi motor penggerak roda organisasi secara ikhlas.
Secara tegas beliau menyatakan bahwa kriteria-kriteria ideal tersebut juga melekat kuat pada sosok Gus Salam.
BACA JUGA:BEM PTNU dan BEM Nusantara DIY Gelar Demo Kemanusiaan di DPRD DIY