“Kalau melihat rilis S&P kemarin, disebutkan juga rupiah akan menguat ke kisaran Rp17 ribuan, sesuai dengan arah target yang kita harapkan.”
Menurut Purbaya, sejumlah indikator menunjukkan proses pemulihan ekonomi mulai berjalan. Meski harga minyak dunia sempat turun lalu kembali naik, ia menilai pergerakan komoditas tersebut masih berada dalam batas yang bisa dikendalikan.
“Saya yakin perbaikan ini baru mulai terjadi. Harga minyak sempat turun lalu naik sedikit lagi, tetapi saya pikir ke depan akan tetap terkendali,” katanya.
Ia optimistis prospek ekonomi Indonesia akan semakin cerah apabila kondisi global kembali stabil. Dalam situasi seperti itu, arus investasi asing diyakini akan kembali mengalir ke negara-negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi.
“Prospek kita akan lebih baik. Kalau prospek membaik, investasi global juga meningkat. Saat dinamika global memanas, investor memang keluar. Tetapi ketika situasi sudah stabil, mereka akan masuk kembali,” ujar Purbaya.
Berkaca pada perkembangan tersebut, Purbaya meyakini penguatan rupiah tinggal menunggu waktu. Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak larut dalam kepanikan.
“Jadi seharusnya tidak lama lagi rupiah akan menguat,” ucapnya.