JAKARTA, Semaraknews.co.id — Indonesia resmi menjadi anggota pendiri Organisasi Kerja Sama Akal Imitasi Global atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional yang digagas China untuk membangun tata kelola kecerdasan buatan dunia. Bergabungnya Indonesia ditandai dengan penandatanganan dokumen pembentukan WAICO di Beijing, Kamis, 16 Juli 2026.
Keputusan itu diambil setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Rapat Terbatas pada 13 Juli 2026. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menandatangani dokumen pembentukan organisasi atas nama Indonesia.
Airlangga menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan.
“Penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo untuk mendorong pembangunan ekonomi yang mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis di Shanghai, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Airlangga, Indonesia tidak bisa hanya menjadi penonton dalam perkembangan kecerdasan buatan global. Karena itu, keterlibatan langsung dalam kerja sama internasional dan penyusunan tata kelola AI dinilai penting agar kepentingan nasional tetap terwakili sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan yang diusung Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dokumen Agreement on the Establishment of the World Artificial Intelligence Cooperation Organization menyebut seluruh negara penandatangan sepakat membentuk WAICO sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang independen serta diakui berdasarkan hukum internasional.
Dengan status tersebut, seluruh negara yang menandatangani dokumen otomatis menjadi negara pendiri sekaligus anggota WAICO.
Organisasi ini mengusung prinsip sejalan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. WAICO juga menekankan konsultasi yang luas, kontribusi bersama demi manfaat global, serta pengembangan kecerdasan buatan yang berpusat pada manusia. Melalui wadah tersebut, negara-negara anggota diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional dalam mengatur perkembangan AI secara global.
BACA JUGA:Kudeta Gagal, Kuasa Makin Kebal! 10 Tahun Erdogan Ubah Turki dari Demokrasi ke Cengkeraman Istana?
Airlangga menilai posisi Indonesia sebagai salah satu anggota pendiri merupakan langkah strategis agar memiliki ruang menentukan arah tata kelola kecerdasan buatan dunia, terutama yang mengedepankan pendekatan berpusat pada manusia.
Ia juga meyakini inisiatif tersebut dapat mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang yang selama ini masih tertinggal dalam penguasaan teknologi.
“Penandatanganan dokumen pendirian WAICO menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen mengambil peran aktif, menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi di tingkat global, serta memastikan pengelolaan kecerdasan buatan berlangsung lebih aman, dapat dipercaya, dan beretika,” kata Airlangga.
Sebanyak 29 negara ikut menandatangani dokumen pendirian WAICO. Penandatanganan turut dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Wakil Perdana Menteri Bidang Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital Kazakhstan Zhaslan Madiyev, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos Thongsavanh Phomvihane, serta perwakilan dari Brasil dan Afrika Selatan.