Prabowo Bongkar Kerajaan BUMN, 250 Perusahaan Dipangkas, Negara Klaim Hemat Rp50 Triliun!

Senin 20-07-2026,14:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto mengklaim langkah merampingkan badan usaha milik negara (BUMN) mulai membuahkan hasil. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 250 BUMN disebut telah ditutup, digabung, atau dikonsolidasikan sehingga negara menghemat anggaran hingga Rp50 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Prabowo, penghematan tersebut berasal dari berkurangnya biaya rutin yang selama ini membebani keuangan negara. Setelah ratusan BUMN dipangkas, pemerintah tidak lagi harus membayar gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, listrik, transportasi, hingga berbagai pengeluaran operasional lainnya.

Prabowo mengaku terkejut ketika pertama kali menerima laporan mengenai jumlah BUMN yang mencapai lebih dari seribu entitas.

“Saat saya menjadi Presiden, saya menerima laporan bahwa jumlah BUMN mencapai 1.077, dan ini masih harus kita cek lagi. Ada BUMN yang membuat anak perusahaan, kemudian membuat cucu perusahaan, lalu membuat cicit perusahaan, dan saya berterima kasih,” ujar Prabowo, dikutip dari Antara.

BACA JUGA:App Store dan Play Store Diserbu Aplikasi Telanjang AI, Apple-Google Akhirnya Kena Semprot Pemerintah

Ia kemudian memberikan apresiasi kepada jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilai berhasil memangkas jumlah perusahaan pelat merah dalam waktu relatif singkat.

“Saya bangga kepada pimpinan Danantara. Dalam tahun pertama, tepatnya 18 bulan pertama, mereka sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut. Dari 1.077, pada akhir bulan ini, 31 Juli, mereka sudah menutup, mengonsolidasikan, dan melakukan merger sehingga jumlahnya berkurang sebanyak 250 BUMN,” katanya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Danantara, Prabowo menyebut efisiensi dari 250 BUMN itu mencapai sekitar Rp50 triliun.

“Rp50 triliun. Gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transportasi, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun,” ucapnya.

Pemerintah pun memasang target yang lebih ambisius. Hingga akhir 2026, jumlah BUMN ditargetkan tinggal sekitar 350 perusahaan dari total awal 1.077 entitas.

“Mereka menyanggupi,” kata Prabowo.

Jika target tersebut tercapai, Prabowo meyakini efisiensi anggaran negara dapat meningkat menjadi sekitar Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.

BACA JUGA:Duit Negara Rp38,9 Miliar Ludes, Polisi Sita Aset Tersangka Korupsi PPA Senilai Rp14,4 Miliar

“Salah satu prestasi kita yang nanti akan dikenang oleh sejarah, saya percaya, untuk pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia, kita telah berhasil membangun suatu dana kedaulatan yang kita sebut Danantara, dana kedaulatan,” ujarnya.

Kategori :