Survei Bikin Istana Kepanasan? Gibran Bilang Santai, Mensesneg Ngaku Tak Kejar Angka Meski Kepuasan Publik Rontok

Minggu 02-08-2026,09:11 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memantik beragam respons dari lingkaran Istana. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih menghormati hasil survei tersebut, sementara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak bekerja demi mengejar angka survei.

Survei SMRC menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun tajam dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, tingkat kepuasan masih mencapai 81,2 persen. Namun pada Juli 2026, angkanya merosot menjadi 51,1 persen.

Menanggapi hasil itu, Gibran menyatakan setiap survei, kajian, maupun analisis yang disusun lembaga kredibel layak dihargai sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

“Saya menghormati setiap hasil survei, kajian, maupun analisis yang disampaikan oleh lembaga-lembaga yang kredibel,” kata Gibran dalam keterangan resminya yang dikutip pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia juga menilai masyarakat memiliki hak penuh untuk menyampaikan kritik maupun membangun gagasan alternatif, termasuk membentuk kabinet bayangan sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

BACA JUGA:Ekonomi RI Mulai Kehabisan Napas! CORE Bongkar Sinyal Bahaya, Target Prabowo Terancam Tinggal Angan

“Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu menegaskan aspirasi publik yang disampaikan secara objektif, berbasis data, dan menawarkan solusi seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah. Menurutnya, kebijakan akan semakin tepat sasaran jika pemerintah mau mendengarkan suara masyarakat.

“Dengan semangat itulah, kualitas tata kelola pemerintahan akan terus meningkat, demokrasi akan semakin matang, dan kepercayaan publik dapat terus dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas,” ucap Gibran.

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menepis anggapan bahwa pemerintah gelisah menghadapi hasil survei tersebut. Ia menegaskan sejak awal pemerintahan, target utama bukan mengejar popularitas ataupun elektabilitas.

“Sejak awal kami selalu menyampaikan bahwa kami bekerja bukan untuk mengejar hasil survei,” kata Prasetyo dalam keterangan video Sekretariat Presiden, Kamis malam, 30 Juli 2026.

BACA JUGA:Prabowo Getol Bangun Sekolah Semi Militer, Pengamat Sentil Jangan Sibuk Bikin Etalase Saat Sekolah Rusak Bertebaran

Menurut Prasetyo, pemerintah meyakini seluruh program yang dijalankan Presiden Prabowo ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, kementerian dan lembaga akan tetap fokus menjalankan agenda pemerintahan tanpa menjadikan survei sebagai tolok ukur utama.

“Kami tidak pernah melihat atau bekerja hanya untuk mengejar sebuah survei. Namun dari apa yang kami kerjakan, kami yakin rakyat akan menerima apa yang telah kami jalankan sebagai janji kampanye,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan bahwa merosotnya kepuasan publik tidak berdiri sendiri. Menurutnya, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum ikut memengaruhi persepsi terhadap pemerintahan.

Kategori :

Terpopuler