JAKARTA, Semaraknews.co.id — Safari politik mantan Presiden Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur tak sekadar diisi konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Di tengah rangkaian agenda tersebut, Jokowi menerima gelar kehormatan sebagai Saudara Raja-Raja Timor dari delapan kerajaan adat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penyematan gelar berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dalam sebuah seremoni di Pantai Tedis, Kupang. Jokowi tampak mengenakan busana adat khas NTT yang dipadukan dengan jas. Di belakang panggung, terpampang foto dirinya bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam acara bertajuk Karnaval Gajah.
Prosesi penghormatan dilakukan secara bergantian. Delapan raja dari berbagai kerajaan di NTT mengalungkan kain tenun khas daerah kepada Jokowi sebagai simbol penerimaan dalam ikatan adat. Setelah itu, masing-masing raja menyalami mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sembari menyampaikan doa dan harapan.
Ketua Dewan Pimpinan PSI, Bestari Barus, mengatakan pemberian gelar tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh raja yang hadir. Menurutnya, penghormatan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Jokowi selama menjabat sebagai presiden.
“Pak Jokowi sebagai presiden ketujuh dinilai telah banyak berbuat untuk memajukan Nusa Tenggara Timur,” kata Bestari saat dihubungi pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
BACA JUGA: Komisi Yudisial Temukan Indikasi Pelanggaran Etik Hakim Perkara Nadiem Makarim
Delapan raja yang terlibat dalam penyematan gelar tersebut berasal dari Kerajaan Malaka Weihali yang dipimpin Dominikus Kloit Thei Seran, Kerajaan Amanatun yang dipimpin Jonatan Banunaek, Kerajaan Amanuban di bawah Wemridis M. Nope, Kerajaan Mollo yang dipimpin James H. Tua Le’u Sonbai, Kerajaan Biboki yang dipimpin Carles Usboko, Kerajaan Bikomi Nilulat yang dipimpin Aloysius Lake, Kerajaan Amfoang yang dipimpin Robby Manoh, serta Kerajaan Kupang yang dipimpin Nisnoni.
Bestari juga meyakini Nusa Tenggara Timur masih menjadi salah satu basis kuat dukungan bagi PSI dan Jokowi. Ia bahkan menyebut wilayah tersebut sebagai kandang mawar, merujuk pada logo lama PSI sebelum berganti menjadi gajah.
Menurutnya, kondisi itu berpotensi mendongkrak perolehan kursi PSI pada pemilihan umum mendatang.
“Peningkatannya bisa mencapai 1,5 hingga 2 kali lipat,” ujarnya.
Ia menilai peluang tersebut semakin terbuka setelah Jokowi secara terbuka memberikan dukungan kepada PSI, partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Bestari mengatakan Jokowi telah menyatakan komitmennya untuk bekerja keras dan memberikan dukungan penuh kepada PSI dalam menghadapi kontestasi politik 2029.
“Pernyataan Pak Jokowi itu membuka mata dan telinga masyarakat NTT bahwa kini sudah menjadi sesuatu yang dipahami bersama jika Pak Jokowi telah bersama PSI, bukan lagi di PDIP,” katanya.
BACA JUGA:Hyundai Pamer Mobil Neira, TKDN Sudah Capai 80 Persen
Kunjungan Jokowi ke NTT memang menjadi bagian dari safari politik bersama PSI. Selama berada di provinsi tersebut, ia menghadiri rapat koordinasi daerah PSI di Kupang dan dijadwalkan menjalani rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.