Jokowi Resmi Masuk PSI, Golkar Akui Santai Saja, PDIP Malah Sentil Ijazah

Jokowi Resmi Masuk PSI, Golkar Akui Santai Saja, PDIP Malah Sentil Ijazah

Jokowi resmi menjadi kader PSI dan menunjukkan KTA partai. Golkar menilai itu hak politik, sementara PDIP meminta Jokowi menunjukkan ijazah.-Foto: Dok. PSI-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Joko Widodo akhirnya terang-terangan membuka kartu politiknya. Mantan presiden itu mengumumkan dirinya telah menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Jokowi menunjukkan kartu tanda anggota atau KTA PSI dalam acara Rapat Koordinasi Daerah Dewan Pengurus Daerah PSI di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026. Kartu tersebut tercatat dengan nomor S337220257777777.

Menurut Jokowi, statusnya sebagai kader PSI sebenarnya bukan barang baru. Ia mengklaim keanggotaannya sudah berlaku sejak 14 Oktober 2025. Hanya saja, baru sekarang kartu tersebut dipamerkan ke publik.

Kabar itu tentu saja sampai ke telinga partai-partai politik lain. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji memilih tidak ikut kebakaran jenggot. Menurut dia, keputusan Jokowi untuk bergabung dengan PSI merupakan bagian dari hak politik mantan Wali Kota Solo tersebut.

“Ya, tidak apa-apa, itu hak politik Pak Jokowi,” kata Sarmuji ketika dihubungi pada Ahad, 27 September 2026.

Sarmuji juga menganggap langkah Jokowi masuk PSI bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Alasannya sederhana. Partai tersebut kini dipimpin Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi.

Jokowi sebelumnya juga menyebut ada partai politik yang mulai mengkhawatirkan PSI sebagai pesaing dalam pemilu mendatang. Mendengar klaim tersebut, Sarmuji kembali menjawab dengan santai.

BACA JUGA:Karhutla Kalimantan Makin Membara, Malaysia Turun Tangan Kirim Pesawat dan 3 Helikopter

“Insya Allah, yang takut itu bukan Partai Golkar,” ujar anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat tersebut.

Dari kubu PDI Perjuangan, responsnya malah lebih pendek. Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan partainya tidak lagi punya urusan dengan Jokowi.

“(PDIP) tidak berurusan dengan Jokowi,” kata Andreas ketika dihubungi pada Ahad, 27 September 2026.

Namun, Andreas rupanya belum selesai. Ia meminta Jokowi tidak hanya menunjukkan KTA PSI kepada publik. Ada satu dokumen lain yang menurutnya juga layak ditampilkan.

Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu diminta menunjukkan ijazah sarjananya ke publik. Andreas menyampaikannya dengan nada bercanda.

“Kalau KTA ditunjukkan, ijazahnya juga dong,” kelakarnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya