Dari Tukar Tambah hingga Tanpa DP, Jurus Prabowo Dorong Motor Listrik

Rabu 26-08-2026,11:58 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto kembali menjual mimpi soal motor listrik. Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan dengan bunga rendah hingga pembelian tanpa uang muka untuk membuat kendaraan listrik roda dua lebih menarik bagi masyarakat.

Tak berhenti di cicilan murah, pemerintah juga mulai memikirkan jurus tukar tambah bagi pemilik motor bensin yang ingin beralih ke motor listrik. Janji tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan sepeda motor listrik Alva di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

“Kami ada skema-skema. Nanti yang sudah telanjur punya sepeda motor bensin, kami pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah,” kata Prabowo.

Pernyataan itu keluar setelah Prabowo meninjau pabrik sepeda motor listrik Alva yang diproduksi PT Ilectra Motor Group, anak usaha PT Indika Energy Tbk. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 20 ribu unit sepeda motor listrik dan oleh Prabowo diresmikan sebagai Motor Listrik Nasional atau Molinas.

Presiden juga meminta produksi motor listrik nasional digenjot. Alasannya cukup sederhana, biaya operasional kendaraan listrik disebut jauh lebih murah dibanding motor berbahan bakar bensin.

BACA JUGA:81 Tahun Merdeka tapi Rakyat Masih Susah, BEM UI Mau Demo Rebut Kemerdekaan di Bundaran HI Besok

Menurut Prabowo, pengeluaran harian untuk menggunakan sepeda motor listrik bisa lebih hemat hingga 50 persen dibandingkan motor bensin. Dalam skenario paling hemat, pengeluaran bahkan diklaim bisa ditekan sampai 70 persen.

“Nanti, kalau ada yang masih memakai sepeda motor bensin, ya, rasain sendiri,” ujar Prabowo.

Kalimat terakhir itu barangkali terdengar seperti candaan, tetapi pemerintah memang sedang serius mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan berbahan bakar bensin. Masalahnya, motor listrik belum otomatis menjadi pilihan utama hanya karena biaya operasionalnya lebih murah.

Pemerintah juga menyiapkan insentif bagi produsen lokal. Perusahaan asal Indonesia yang mampu memproduksi hingga 1 juta unit sepeda motor di dalam negeri dijanjikan mendapatkan dukungan pembiayaan.

Kepala Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI Yosef Utama mengatakan insentif pemerintah dapat membantu membangun ekosistem mobilitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri sepeda motor nasional.

“Kami menunggu seperti apa detail kebijakannya agar dapat kami pelajari nanti,” kata Yosef.

BACA JUGA:Terjun Payung Bawa Foto Prabowo di HUT RI, Upacara Kemerdekaan atau Panggung Pencitraan?

Di sisi lain, industri sepeda motor konvensional belum terlihat hendak menyerahkan jalan begitu saja kepada kendaraan listrik. Data AISI menunjukkan penjualan sepeda motor sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 3.765.617 unit, naik sekitar 2 persen dibandingkan 3.691.677 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2,89 juta unit sepeda motor yang terjual dalam tujuh bulan pertama 2026 masih menggunakan bahan bakar bensin. Angka ini menjadi pengingat bahwa meski pemerintah rajin mempromosikan kendaraan listrik, selera pasar masih belum sepenuhnya ikut berbelok.

Kategori :