AISI secara keseluruhan memperkirakan penjualan sepeda motor sepanjang 2026 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Proyeksi tersebut tidak terlalu jauh dari realisasi penjualan pada 2025 yang mencapai 6.412.769 unit.
Data AISI juga menunjukkan penjualan sepeda motor memiliki tren pertumbuhan dari tahun ke tahun, meski angka penjualan bulanan tetap naik turun. Tren tersebut bahkan relatif lebih konsisten dibandingkan penjualan mobil yang mengalami penurunan sejak 2022.
Yosef mengatakan pertumbuhan pasar sepeda motor perlu terus dijaga untuk memastikan keberlanjutan industri sekaligus mempertahankan kontribusinya terhadap perekonomian.
BACA JUGA:Hampir 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Kepri, Fraksi PAN Soroti Modus Baru Narkoba
“Dengan memenuhi permintaan sepeda motor yang relevan dengan kebutuhan konsumen,” tuturnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pengembangan Molinas merupakan kolaborasi pemerintah, perusahaan swasta, dan badan usaha milik negara untuk memperkuat kemandirian industri nasional.
Perbankan yang berada di bawah naungan Danantara nantinya akan ikut mendukung pembiayaan pembelian sepeda motor listrik. Skemanya akan diarahkan agar masyarakat mendapat tenor pembayaran yang lebih panjang, sementara persyaratan uang muka akan dikurangi bahkan berpotensi dihapus.
“Sehingga minat masyarakat untuk membeli sepeda motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat,” kata Rosan.
Masalahnya, angka adopsi kendaraan listrik masih menunjukkan bahwa masyarakat belum berbondong-bondong meninggalkan kendaraan konvensional. Kementerian Perindustrian mencatat jumlah kendaraan listrik hingga April 2026 masih belum menembus 1 juta unit dan secara keseluruhan masih berada di bawah 500 ribu unit.
Untuk kendaraan listrik roda dua, jumlahnya tercatat 242.909 unit. Sementara kendaraan listrik roda empat mencapai 223.100 unit.
Kesenjangan antara motor listrik dan motor bensin bahkan terlihat jelas dari angka penjualannya. Sepeda motor listrik hanya terjual 17.198 unit pada 2022, kemudian melonjak menjadi 62.409 unit pada 2023.
Penjualan sempat kembali naik menjadi 77.078 unit pada 2024, tetapi justru merosot menjadi 55.059 unit pada 2025. Jadi, sebelum warga diminta “rasain sendiri” mahalnya motor bensin, pemerintah agaknya perlu memastikan motor listrik memang benar-benar mampu membuat masyarakat merasa lebih untung ketika membelinya.
Sebab kalau cicilan murah, uang muka dihapus, dan tukar tambah sudah disiapkan tetapi masyarakat masih memilih motor bensin, mungkin persoalannya bukan sekadar harga. Bisa jadi motor listrik memang belum cukup meyakinkan konsumen untuk meninggalkan kendaraan yang selama bertahun-tahun sudah mereka kenal.