JAKARTA, Semaraknews.co.id — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengingatkan para kadernya yang duduk sebagai menteri agar tidak baper ketika mendapat kritik dari parlemen. Menurutnya, koreksi DPR bukan alasan bagi para menteri Golkar untuk merasa pemerintah sedang tidak mendapat dukungan.
Pesan itu disampaikan Bahlil dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
“Saya minta dan semua menteri yang ada di Golkar enggak boleh merasa kalau dikoreksi oleh parlemen enggak boleh merasa bahwa itu kita tidak didukung,” kata Bahlil.
Bahlil menilai kritik dari parlemen justru bisa menjadi ruang bagi para menteri untuk menjelaskan pekerjaan dan tanggung jawab yang sudah mereka jalankan. Jadi, kalau dikritik jangan buru-buru merasa sedang dijegal. Bisa jadi memang ada pekerjaan yang perlu dijelaskan atau dibenahi.
Menurut Bahlil, Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan inklusif. Karena itu, masukan yang konstruktif semestinya dipandang sebagai bentuk dukungan agar pemerintahan dapat bekerja lebih baik.
BACA JUGA:Bahlil Gebrak Mesin Golkar, Konsolidasi Daerah Ditarget Beres Sebelum Oktober
Bahlil bahkan meminta kader Golkar di parlemen memberikan contoh kepada anggota partai lain dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah. Kritik, menurutnya, tidak semestinya diperlakukan sebagai bentuk permusuhan politik.
“Mana ada orang yang hebat tanpa ada koreksi. Jangan kita memposisikan diri benar dengan segala maha firman-Nya,” ujar Bahlil.
Selain meminta para menteri tidak alergi terhadap kritik, Bahlil juga mendorong seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI untuk lebih aktif mengejar kementerian yang realisasi programnya masih lambat. Salah satu kementerian yang disebut adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM.
“Enggak apa-apa, itu kita harus fair. Kalau kita mau, karena memperlambat realisasi kalau programnya sudah jalan, itu sama dengan menghambat pertumbuhan ekonomi,” ucap Bahlil.
BACA JUGA:Guru PPPK Daerah Bakal Naik Kelas Jadi Pegawai Pusat, Pemerintah Larang Rekrut Staf Baru
Pesan Bahlil ini terdengar sederhana, tetapi cukup telak untuk para pejabat yang menganggap kritik sebagai bentuk ketidaksetiaan. Dalam politik pemerintahan, rupanya menjadi pendukung tidak harus berarti selalu mengangguk. Kadang-kadang, justru kritik dari orang sendiri yang paling dibutuhkan agar pemerintah tidak sibuk merasa sudah paling benar.