SEMARAKNEWS.CO.ID - Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menangis saat berorasi di Bundaran HI, Jakarta. Ia menyampaikan atas kondisi masyarakat yang dinilainya belum adil.
Fathimah berbicara di depan gedung UOB pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam orasinya, ia menyoroti kembali makna kemerdekaan bagi rakyat Indonesia.
Menurut Fathimah, sebagian masyarakat masih menafsirkan arti merdeka. Kehidupan mereka yang jalani belum sepenuhnya memberi rasa adil, aman, dan layak.
BACA JUGA: Sempat Viral di Bintaro, Sengketa Ojol dan Alphard Berakhir di Meja Mediasi
Ia menyebut kondisi tersebut membuat sebagian rakyat merasa seperti dikuasai pemerintah sendiri. Pernyataan itu disampaikan saat aksi BEM UI berlangsung di kawasan Bundaran HI.
“Sehingga wajar ketika rakyat mengatakan bahwa mereka merasa dijajah oleh pemerintah sendiri,” kata Fathimah. Pernyataan itu merupakan pandangan yang ia sampaikan dalam orasi.
Fathimah menilai kemerdekaan tidak hanya diukur dari kekayaan atau tingkat kesejahteraan. Ukuran lain adalah kesempatan hidup layak dan perlakuan manusiawi.
BACA JUGA: Emas 74 Kg dan Duit Dolar Disita dari Rumah Eks Jampidsus Febrie, Kubu Balik Serang Polisi
Ia mengatakan masyarakat ingin diperlakukan sebagai manusia. Mereka juga menginginkan kehidupan yang berjalan dengan keadilan, bukan sekadar janji pembangunan.
Dari sudut pandang Fathimah, rasa ketidakadilan semakin kuat ketika rakyat bekerja keras untuk bertahan. Pada saat yang sama, pihak lain menikmati keuntungan dari hak masyarakat.
Situasi itu, menurut dia, menimbulkan luka sosial. Masyarakat melihat hasil kerja kerasnya tidak sebanding dengan beban yang harus ditanggung setiap hari.
BACA JUGA: 253 Sekolah Dihantam Gempa Flores, 4 Nyawa Melayang, Kemendikdasmen Baru Pasang Tenda Darurat
Fathimah kemudian membandingkan keadaan tersebut dengan situasi penjajahan. Ia menggambarkan rakyat sebagai kelompok yang terus bekerja, tetapi menerima hasil yang tidak setara.
Pernyataan Fathimah tidak berdiri sebagai kesimpulan resmi pemerintah. Ucapannya merupakan kritik politik dan sosial dari perwakilan mahasiswa dalam aksi BEM UI.
Namun isu yang disampaikan menyentuh persoalan dasar tentang keadilan sosial. Perdebatan mengenai makna kemerdekaan juga berkaitan dengan akses ekonomi, perlindungan hukum, dan kesejahteraan.