Sempat Viral di Bintaro, Sengketa Ojol dan Alphard Berakhir di Meja Mediasi
Sengketa Ojol dan Alphard Berakhir di Meja Mediasi-Instagram -Instagram
SEMARAKNEWS.CO.ID - Perselisihan antara pengemudi ojol dan pengemudi Toyota Alphard di Bintaro, Jakarta Selatan, berakhir melalui mediasi. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara damai setelah videonya ramai di media sosial.
Peristiwa itu bermula ketika pengemudi ojol tidak sengaja menyenggol spion Toyota Alphard. Insiden tersebut terjadi saat kendaraan melintas di kawasan Pesanggrahan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Pelanggan ojol dipanggil langsung meminta maaf setelah menyadari sentuhan tersebut. Namun, situasi berubah menjadi tegang. Informasi yang beredar menyebut pemilik Alphard mengambil batu dan merusak motor ojol.
BACA JUGA: Bahlil Sentil Menteri Golkar yang Baper Dikritik DPR, Jangan Merasa Paling Benar!
Kerusakan motor ojol kemudian menjadi perhatian masyarakat. Rekaman pemutarannya beredar di media sosial dan memicu beragam komentar. Sebagian warganet menyoroti perbedaan posisi antara pengemudi kendaraan mahal dan pekerja lapangan.
Korban dalam perkara tersebut adalah Mulyadi, 53 tahun. Ia disebut sebagai pengemudi ojek pangkalan di sekitar lokasi. Mulyadi kemudian menjelaskan bahwa permasalahan itu telah dibahas bersama melalui mediasi.
Pertemuan berlangsung di kediaman Mulyadi pada hari Selasa sore. Mediasi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB. Proses tersebut meliputi pihak perusahaan, sopir Alphard, keluarga Mulyadi, ketua RT, serta Babinsa.
BACA JUGA: Bahlil Gebrak Mesin Golkar, Konsolidasi Daerah Target Beres Sebelum Oktober
Dalam pertemuan itu, sopir Alphard menyampaikan permintaan maaf. Ia juga menyatakan kesediaan mengganti kerusakan motor ojol. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada Mulyadi dalam suasana mediasi.
"Mohon maaf atas kesalahan saya, pak. Tolong jangan balas dendam kepada saya ya pak. Kerusakan motor nanti akan saya ganti," kata pengemudi Alphard dalam laporan tersebut.
Penyelesaian melalui mediasi membuat penyelesaian ojol dan Alphard tidak berlanjut menjadi konflik terbuka. Tidak ada informasi tentang laporan hukum baru setelah pertemuan itu.
BACA JUGA: Bahlil Bentuk Pasukan Udara Golkar, Serangan Medsos Bikin Partai Kocar-kacir
Mediasi juga mempertemukan pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Pelanggan ojol membutuhkan kendaraan untuk bekerja, sedangkan pemilik Alphard menghadapi kerusakan pada mobilnya.
Dalam penyelesaian ojol seperti ini, kerusakan benda tetap perlu diselesaikan secara terukur. Kehadiran keluarga dan perangkat lingkungan membantu menjaga pembicaraan tetap terkendali.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-