JAKARTA, Semaraknews.co.id — Sehari setelah demonstrasi Agustus di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, suasana di sekitar lokasi aksi ternyata belum sepenuhnya kembali seperti sediakala. Puluhan prajurit TNI masih terlihat berjaga di sejumlah titik, dari bawah flyover Slipi hingga Jalan Pejompongan Raya.
Pantauan di lokasi pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 menunjukkan para prajurit tersebut masih bersiaga dengan seragam loreng lengkap. Baret yang dikenakan pun berwarna-warni, mulai dari oranye, biru dongker hingga hijau tua.
Beberapa tentara sesekali terlihat berkomunikasi menggunakan alat komunikasi genggam dua arah. Di sekitar lokasi, sejumlah truk TNI yang digunakan untuk mengangkut personel juga masih terparkir.
Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Jayakarta atau Kodam Jaya Letnan Kolonel Arh Noor Iskak mengatakan pengerahan prajurit tersebut merupakan bentuk perbantuan kepada kepolisian setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB.
Soal berapa banyak prajurit Kodam Jaya yang dikerahkan, Noor belum memberikan angka. Yang jelas, tentara masih ditempatkan di lokasi untuk membantu kepolisian menjaga kelancaran akses transportasi publik di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Prabowo ke Muktamar NU, Jakarta Digoyang Demo Tuntut RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor
“Prajurit berjaga di situ untuk membantu tugas kepolisian memperlancar akses transportasi publik di flyover Slipi,” kata Noor saat dihubungi pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Flyover Slipi sebelumnya memang sempat ditutup. Menurut Noor, penutupan terjadi karena massa aksi menutup akses jalan. Masalahnya, jalan yang ditutup tentu bukan cuma bikin kendaraan bingung mencari jalan alternatif, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang tidak ikut demonstrasi.
“(Penutupan) Itu mengganggu aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Di bawah flyover Slipi, persoalan demonstrasi juga belum benar-benar selesai. Sekitar pukul 08.00, sejumlah massa masih terlihat berkumpul dan belum mau meninggalkan lokasi.
Alasannya, mereka mengaku masih ada rekan mereka yang ditangkap polisi. Jadi, ketika sebagian orang sudah bicara soal akses transportasi dan kelancaran lalu lintas, sebagian massa masih sibuk mencari kabar tentang kawan-kawan mereka yang belum pulang.
BACA JUGA:Asap Karhutla Meluas, BNPB dan Kemenkes Distribusikan Lebih dari 200 Ribu Masker untuk Cegah ISPA
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin kemudian datang ke lokasi untuk menengahi. Menurut Arifin, massa yang bertahan di bawah flyover Slipi tersebut berasal dari luar Jakarta, salah satunya dari Bogor.
“Ada yang dari Bogor,” katanya di lokasi.
Arifin sempat meminta massa menyebutkan nama rekan mereka yang diduga ditangkap polisi. Namun, dari sejumlah nama yang ditanyakan, massa hanya mampu menyebutkan satu orang.