Asap Karhutla Meluas, BNPB dan Kemenkes Distribusikan Lebih dari 200 Ribu Masker untuk Cegah ISPA
Polri menangani 96 laporan karhutla terkait korporasi. Sebanyak 90 perkara naik penyidikan, sementara 5 perkara dihentikan karena alasan bukti.-Foto: Dok. KLH-
SEMERAKNEWS.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyalurkan lebih dari 200.000 masker untuk mengantisipasi kenaikan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA akibat kebakaran hutan dan lahan. Bantuan itu diprioritaskan ke enam provinsi yang menjadi fokus penanganan karhutla.
Enam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan indikasi dampak karhutla paling luas pada 2026. Luas lahan terbakar di provinsi itu disebut melampaui 38.000 hektare dan tersebar pada 2.610 titik panas.
BACA JUGA:Api Lahap 300 Meter Persegi TPSA Bojong Canar, Warga Ungkap Dugaan Kebakaran di Pandeglang
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan pengiriman masker serta alat medis pernapasan dilakukan secara bertahap. Masker disalurkan kepada dinas kesehatan, kemudian diteruskan ke lokasi dan sekolah atau desa yang berada dekat dengan puskesmas.
Selain masker, pemerintah mendistribusikan oxygen concentrator dan peralatan medis pernapasan. Perlengkapan itu disiapkan untuk warga rentan maupun masyarakat yang telah mengalami gangguan pernapasan selama paparan asap karhutla. Distribusi berbasis wilayah diharapkan mempercepat pertolongan ketika kualitas udara memburuk.
BNPB menyebut kondisi kering tahun ini diperparah El Nino. Tingkat kekeringan pada 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan 2025, 2004, dan 2003. Hari tanpa hujan diperkirakan berlangsung panjang hingga awal Oktober, sementara angin kencang dapat mempercepat penyebaran api dan asap.
BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla Merebak, Tercatat dalam Sepekan 515 Masyarakat Terdampak Kasus ISPA
Gambut tebal juga menyulitkan pemadaman. Api yang tampak padam di permukaan belum tentu berhenti di lapisan bawah, terutama pada gambut dengan ketebalan dua hingga empat meter. Karena itu, operasi darat tetap menjadi tumpuan dengan pengerahan lebih dari 10.000 hingga 11.000 personel, pembuatan sumur darurat, kanal air, pompa, serta selang khusus. Operasi udara dan modifikasi cuaca digunakan sebagai pendukung; hujan ringan hingga sedang dilaporkan turun di wilayah timur Kalimantan Barat dalam dua hingga tiga hari terakhir.
Pemerintah mengarahkan distribusi berdasarkan kebutuhan daerah dan kedekatan warga dengan layanan kesehatan setempat. Langkah ini penting karena paparan asap dapat berdampak berbeda pada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan warga yang sudah memiliki gangguan pernapasan. Penanganan di lapangan tetap bergantung pada pemantauan kualitas udara serta kondisi kebakaran di masing-masing wilayah.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-