“Apalagi kalau isunya bukan isu yang diadvokasi oleh Imparsial. Kami hanya melakukan pemantauan saja,” kata Ardi pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Imparsial sendiri merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada pengawasan dan advokasi hak asasi manusia. Meski memilih berada di luar barisan demonstran, Ardi menegaskan organisasinya tetap mendukung penyampaian aspirasi oleh masyarakat.
Sementara itu, BEM SI Kerakyatan juga tidak ikut turun dalam demonstrasi 27 Agustus. Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Mavi Adiek Garlosa mengatakan organisasinya masih memprioritaskan pendampingan masyarakat yang terdampak bencana.
Namun, absennya mereka dari jalan bukan berarti agenda demonstrasi selesai. BEM SI di sejumlah wilayah disebut mulai mengumpulkan kajian untuk dibawa ke pembahasan tingkat nasional.
Mavi mengatakan BEM SI Kerakyatan juga tengah mempersiapkan aksi bertajuk September Hitam. Isu yang akan diangkat berkaitan dengan persoalan lingkungan dan konflik agraria.
“Fokusnya soal kerusakan lingkungan dan perampasan tanah adat untuk pembangunan nasional,” ujarnya.