Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyerapan anggaran MBG. Pemerintah sebelumnya mengumumkan anggaran program makan bergizi gratis pada 2027 mencapai Rp240 triliun.
Sudaryono mengatakan kebutuhan anggaran MBG bisa ikut berkurang setelah pemerintah membenahi daftar penerima dan penyaluran dana. Penghematan itu bukan cuma berasal dari pencoretan sekolah swasta elite, tetapi juga dari koreksi sekitar 6 juta data penerima yang tercatat ganda.
“Jadi ada pengurangan, tapi bukan hanya karena ada sekolah elite yang tidak dapat, tapi ada pengurangan sekitar 6 juta penerima manfaat,” kata Sudaryono.
BGN masih melanjutkan penyisiran terhadap data penerima maupun aliran anggaran MBG. Tujuannya sederhana, uang negara jangan sampai lebih rajin masuk ke daftar penerima daripada makanan bergizi masuk ke perut penerima yang memang berhak.