Sebagian dari mereka bahkan disebut tidak memiliki pelatihan militer sama sekali ketika akhirnya dikirim ke medan perang. Beberapa di antaranya dilaporkan tewas hanya dalam hitungan minggu setelah berada di garis depan.
Kalau benar modusnya seperti yang diungkap FISU, persoalannya bukan lagi sekadar soal delapan WNI yang salah memilih lowongan kerja. Ada dugaan praktik perekrutan lintas negara yang menjadikan iming-iming gaji tinggi sebagai tiket menuju medan perang.
Kategori :