Pelampung Misterius Ditemukan di Anyer, Nasib 8 Jurnalis Hilang Masih Jadi Teka-teki

Jumat 11-09-2026,11:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Setelah pencarian memasuki hari ketujuh, Basarnas akan menggelar rapat evaluasi bersama tim gabungan. Polri dan TNI akan dilibatkan dalam evaluasi tersebut, bersama sejumlah lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG.

Rombongan yang hilang terdiri dari lima wartawan, dua awak kapal, dan seorang pemandu. Mereka berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang mengalami erupsi.

Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan kapal motor speedboat. Perjalanan itu kemudian berubah menjadi operasi pencarian setelah komunikasi dengan rombongan terputus.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Maruli Ahiles Hutapea mengatakan komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu anggota rombongan masih sempat mengirimkan lokasi terakhir kepada rekannya.

“Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan jurnalis tersebut tidak dapat dilakukan lagi,” kata Maruli pada Selasa malam, 8 September 2026.

Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari kapten kapal Warta, 55 tahun, anak buah kapal Surakman, 60 tahun, pemandu Heriyanto, 49 tahun, serta lima jurnalis. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sebuah rompi memang telah ditemukan. Sebuah tabung juga sudah diamankan. Tetapi sampai proses identifikasi selesai, keduanya belum bisa menjadi kabar yang ditunggu keluarga. Di tengah laut yang luas dan operasi pencarian yang terus berpacu dengan waktu, delapan orang itu masih belum ditemukan.

Kategori :