Wakil Ketua MUI Anwar Abbas turut memberikan klarifikasi setelah lembaganya ikut terseret dalam polemik. Ia menegaskan MUI tidak terkait dengan penerbitan buku Islam ala Prabowo. Menurut Anwar, kehadiran Ketua Umum MUI dalam acara peluncuran tidak otomatis berarti lembaga tersebut terlibat dalam proses penerbitan.
Tempo juga telah berupaya meminta tanggapan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia Muhammad Qodari mengenai polemik buku tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, keduanya belum memberikan respons.
Pada akhirnya, persoalan buku ini bukan sekadar soal siapa yang menulis dan siapa yang namanya dicantumkan. Ini soal bagaimana wawancara digunakan, bagaimana izin diperoleh, dan bagaimana sebuah proyek yang membawa nama besar tokoh politik serta lembaga keagamaan dijalankan. Sebab kalau nama orang bisa masuk buku tanpa sepengetahuan pemiliknya, barangkali yang perlu segera dicari bukan cuma penulisnya, melainkan juga editor transparansinya.