Jokowi Belum Pensiun dari Panggung Dunia, Undangan Forum Global Terus Berdatangan

Minggu 13-09-2026,09:11 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Dia menilai dialog perdamaian internasional tersebut sebagai kesempatan bagi para peserta untuk berbagi gagasan, belajar satu sama lain, serta bekerja sama demi perdamaian dan masa depan yang lebih baik.

Namun, kehadiran Jokowi di forum tersebut tidak serta-merta membuatnya menjadi tokoh yang punya pengaruh internasional. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah menilai Penang Peace Dialogue merupakan acara independen yang tidak berkaitan dengan para pemangku kebijakan global.

Menurut Dedi, posisi Jokowi dalam forum itu lebih tepat dilihat sebagai representasi ketokohan nasionalnya, bukan bukti bahwa ia memiliki pengaruh internasional yang signifikan.

“Kecuali jika Jokowi hadir di forum resmi yang diadakan oleh negara atau organisasi resmi pemerintah internasional,” kata Dedi, Rabu, 9 September 2026.

Dedi juga melihat kebutuhan Jokowi terhadap publisitas politik. Sebagai salah satu figur penting di Partai Solidaritas Indonesia, Jokowi dinilai masih membutuhkan ruang untuk mempertahankan eksistensinya. Forum dialog di Penang, dalam pandangan Dedi, bisa menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan publisitas tersebut.

Tempo kemudian berusaha meminta penjelasan Jokowi melalui ajudannya, Ajun Komisaris Besar Syarif Muhammad Fitriansyah. Sejumlah pertanyaan mengenai kehadiran Jokowi di Penang telah dititipkan. Namun, Syarif hanya menjawab singkat.

“Monitor, Mbak,” katanya, Rabu kemarin.

Tempo juga mengirimkan e-mail kepada co-founder CWC Lee Khai selaku penyelenggara Penang Peace Dialogue. Sampai berita diterbitkan, Lee Khai belum memberikan jawaban.

Dari kubu Partai Solidaritas Indonesia, Ketua Harian Ahmad Ali menyatakan Jokowi menghadiri forum tersebut karena diundang. Menurut dia, kehadiran Jokowi merupakan bentuk penghormatan kepada penyelenggara sekaligus kesempatan untuk memberikan kontribusi sebagai mantan kepala negara.

“Sebagai mantan kepala negara, sebagai tokoh, beliau sepatutnya menghormati pengundangnya untuk memberi kontribusi,” kata Ahmad Ali, Rabu, 9 September 2026.

Mantan politikus Partai NasDem itu mengatakan hanya penyelenggara yang mengetahui alasan pasti Jokowi diundang. Namun, dia meyakini undangan tersebut tidak diberikan tanpa pertimbangan.

“Tapi tidak mungkin kalau dia tidak punya kemampuan, tidak punya prestasi yang dianggap penting untuk menjadi contoh, diminta sebagai pembicara,” ujar Ahmad Ali.

Penelusuran Tempo di situs resmi CWC menunjukkan adanya pertemuan antara pendiri CWC Winfred Khoo, pendiri Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono, dan Jokowi di rumah pribadi mantan presiden tersebut di Solo, Jawa Tengah, pada 26 Agustus 2026.

Situs itu menampilkan foto ketiganya duduk di meja makan. Jokowi mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu hitam. Keterangan foto menyebut pertemuan tersebut bertujuan memberikan penjelasan kepada Jokowi mengenai Penang Peace Dialogue.

“Kunjungan untuk memberikan penjelasan kepada Bapak Joko Widodo mengenai Penang Peace Dialogue,” demikian tertulis dalam keterangan foto.

Pada akhirnya, panggung Penang mempertemukan dua hal yang sama-sama penting bagi Jokowi setelah lengser dari kursi presiden. Di satu sisi, ada forum internasional yang membawa isu perdamaian dan kerja sama lintas budaya. Di sisi lain, ada kebutuhan mempertahankan visibilitas politik setelah kekuasaan formal berpindah tangan.

Kategori :