JAKARTA, Semaraknews.co.id — Kementerian Kesehatan merekomendasikan FP, salah satu siswi yang mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Rujukan ini diambil setelah tim dokter menilai kondisi FP perlu diperiksa lebih menyeluruh. Harapannya, pemeriksaan di Jakarta bisa memberikan gambaran kesehatan yang lebih lengkap sekaligus membantu menentukan penanganan medis yang lebih komprehensif. Ya, setelah tubuh korban berulang kali harus berurusan dengan rumah sakit, barulah penanganan terbaik kembali dibicarakan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan rekomendasi pemeriksaan lanjutan tersebut merupakan keputusan tim dokter. “Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatannya dan menentukan penanganan yang lebih komprehensif, FP direkomendasikan oleh tim dokter untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSCM Jakarta,” kata Aji saat dikonfirmasi pada Ahad, 13 September 2026.
Kemenkes, lanjut Aji, akan memastikan proses rujukan FP dari Medan ke Jakarta berjalan dengan baik. Seluruh kebutuhan pelayanan medis juga akan dipenuhi sesuai kondisi dan kebutuhan kesehatan siswi tersebut.
Sebelum dirujuk ke Jakarta, FP telah menjalani serangkaian penanganan medis secara bertahap. Setelah mengalami keracunan akibat mengonsumsi MBG, ia sempat dirawat di rumah sakit swasta dan RSUD di Kabupaten Karo, kemudian mendapat perawatan di RS Haji Medan. FP juga menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan.
Sejak 31 Agustus 2026, FP ditangani oleh tiga dokter spesialis di RSUP Adam Malik. Ketiganya berasal dari bidang gastrohepatologi, neurologi, dan kesehatan jiwa. Tim medis juga melakukan pemeriksaan EEG atau electroencephalography untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada fungsi saraf.
BACA JUGA:Mobil Listrik China Kuasai Pasar, Jaecoo J5 Salip Pesaing, Toyota Mulai Ketar-ketir
“Berdasarkan pemantauan terakhir, FP saat ini dalam kondisi stabil,” ujar Aji.
Kondisi stabil tentu menjadi kabar baik. Namun, stabil bukan berarti urusan selesai. Apalagi ketika seorang siswi yang seharusnya sibuk dengan pelajaran dan kehidupan sekolah justru harus menjalani pemeriksaan medis berlapis setelah mengonsumsi makanan yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Kemenkes menyampaikan keprihatinan atas kasus keracunan MBG yang dialami sejumlah siswa SMA di Kabupaten Karo. Kementerian berharap seluruh siswa terdampak, termasuk FP, segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan FP mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya,” kata Aji.
Rekomendasi rujukan ke RSCM tersebut muncul setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk FP. Dalam kunjungan itu, Gibran meminta agar FP dan satu korban lainnya mendapatkan penanganan yang baik hingga benar-benar sembuh.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan korban bukan sekadar kunjungan pejabat, pernyataan prihatin, atau janji pelayanan terbaik. Mereka membutuhkan penanganan yang tuntas, pemeriksaan yang tepat, dan kepastian bahwa program makan bergizi tidak berubah menjadi perkara panjang di ruang rumah sakit.